Wilodi Coffee, Merintis dari Gerobak hingga Miliki Kedai di Yogyakarta
- 10 Agt 2026 17:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Wilodi Coffee menjadi salah satu kedai kopi yang tumbuh dari perjalanan panjang dan semangat memberdayakan anak muda. Berawal dari konsep kopi keliling, Wilodi kini hadir di Jalan Mayor Suryotomo Nomor 28, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.
Pemilik sekaligus barista Wilodi Coffee, Widi, mengatakan perjalanan usahanya tidak langsung dimulai dari sebuah kedai. Sebelum memiliki tempat tetap, ia merintis usaha kopi dengan gerobak keliling untuk menyapa pelanggan di berbagai kawasan Yogyakarta.
Menurut Widi, konsep kopi keliling tersebut terinspirasi dari budaya street coffee di Thailand. Pilihan tersebut juga menjadi cara untuk membangun usaha secara bertahap setelah sebelumnya memiliki pengalaman berjualan menggunakan booth.
Perjalanan tersebut kemudian mempertemukan Wilodi dengan kawasan Sindu Kusuma Edupark (SKE) yang menjadi salah satu titik penting perkembangan usahanya. Respons positif dari pelanggan mendorong Widi mengembangkan usaha hingga akhirnya memiliki kedai dan memperluas jangkauan Wilodi.
Nama Wilodi sendiri memiliki cerita personal bagi Widi dan keluarganya. Nama tersebut diambil dari nama anaknya, sekaligus merupakan gabungan dari unsur nama Widi dan istrinya.
"Wilodi itu saya ambil dari nama anak. Ada unsur nama saya dan istri juga, jadi memang ada cerita keluarga di dalamnya," ujar Widi.
Dalam perkembangannya, Wilodi Coffee juga sempat hadir di kawasan Kotabaru. Setelah melalui berbagai perjalanan, Wilodi kini memilih melanjutkan pengembangan usaha di lokasi baru dengan tetap membawa prinsip yang telah dibangun sejak awal.

Salah satu prinsip tersebut adalah memberikan kesempatan kerja kepada mereka yang belum memiliki pengalaman sebagai barista. Widi mengatakan kemauan belajar, kejujuran, dan kesungguhan menjadi hal utama yang dipertimbangkan dalam perekrutan.
"Siapa pun boleh masuk tanpa basic, tanpa ijazah. Yang penting punya kemauan dan jujur, nanti kami ajari," katanya.
Saat ini, Wilodi mempertahankan 16 tenaga kerja meskipun harus meninggalkan salah satu lokasi usahanya. Widi berencana kembali mengoperasikan gerobak kopi keliling agar para pekerja tetap memiliki kesempatan memperoleh pendapatan.
Selain membuka lapangan pekerjaan, Wilodi juga mengusung konsep pemberdayaan UMKM. Kedai tersebut sengaja tidak menyediakan menu makanan berat agar pengunjung dapat membeli makanan dari pelaku usaha di sekitar lokasi. Pengunjung juga diperbolehkan membawa makanan dari luar.
"Harapan kami, UMKM di sekitar juga ikut mendapatkan rezeki. Jadi pelanggan beli kopi di sini, sementara makanannya bisa membeli dari pedagang sekitar. Kami ingin tumbuh bersama," ucapnya.
Komitmen mendukung pelaku usaha kecil juga diwujudkan dengan memberikan ruang gratis bagi komunitas kreatif dan UMKM untuk berkolaborasi di Wilodi Coffee. Berbagai kegiatan seperti pameran karya seni, tato temporer, hingga pelaku usaha kuliner pernah difasilitasi tanpa dikenakan biaya maupun sistem bagi hasil.
Dalam pengembangan produknya, Wilodi Coffee menggunakan racikan biji kopi lokal hasil perpaduan arabika dan robusta yang diracik sendiri. Widi menyebut komposisi house blend tersebut berasal dari lima jenis kopi, sehingga menghasilkan karakter rasa yang khas.
Bagi pelanggan yang ingin menikmati kopi dengan rasa lebih segar, tersedia Americano dengan tambahan rasa beri, lemon, dan jeruk. Pilihan tersebut menjadi alternatif bagi pelanggan yang ingin mencoba kopi dengan karakter berbeda dari Americano biasa.
Untuk kopi susu, Wilodi menyediakan varian gula aren, karamel, dan hazelnut. Sementara minuman nonkopi antara lain creamy milk Regal, choco hazelnut, dan mango Yakult.

Wilodi juga menyediakan sejumlah camilan, seperti cireng, tahu bakso, dan mix platter. Beberapa produk makanan tersebut berasal dari UMKM dan jaringan pertemanan yang dibangun Widi bersama para pelaku usaha di sekitarnya.
Untuk layanan pembelian, Wilodi Coffee juga dapat ditemukan melalui layanan pesan antar daring. Kedai yang berada di timur Malioboro tersebut buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 01.00 WIB, sedangkan pada malam Minggu jam operasional berlangsung hingga pukul 02.00 WIB.
Ke depan, Widi berencana mengembangan usaha ke luar Yogyakarta. Wilodi telah membuka cabang baru di Cilacap dan tengah menjajaki peluang pengembangan usaha di Solo.
Bagi Widi, pertumbuhan Wilodi tidak semata-mata diukur dari keuntungan bisnis. Ia ingin keberadaan Wilodi memberikan dampak sosial melalui penciptaan lapangan kerja, ruang kolaborasi, serta dukungan bagi pelaku UMKM di sekitar.
"Di usia sekarang saya ingin rezeki itu bukan semuanya soal materi. Harapannya, bisnis ini juga bisa memberikan dampak dan membuat banyak orang ikut merasakan manfaatnya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....