Jadi Magnet Wisata, Sajian Ramen Ramaikan Referensi Kuliner di Sleman

  • 03 Agt 2026 15:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Kabupaten Sleman sebagai salah satu destinasi wisata di DIY terus menawarkan beragam pilihan kuliner yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tidak hanya makanan tradisional, kehadiran berbagai sajian internasional, termasuk ramen, turut memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperluas jangkauan pengunjung yang datang ke Yogyakarta.

Pengelola salah satu kedai ramen di Pakuwon Mall Yogyakarta, I Dewa Gede Ari, mengatakan perkembangan industri kuliner saat ini tidak lagi hanya mengandalkan keaslian menu dari negara asal. Seperti halnya ramen yang tidak selalu terpaku pada menu asli Jepang, tapi juga turut mempertimbangkan preferensi konsumen di setiap daerah. Untuk itu, pengembangan menu dilakukan berdasarkan masukan pelanggan di masing-masing kota agar cita rasa yang dihadirkan lebih sesuai dengan selera masyarakat setempat tanpa menghilangkan identitas hidangan tersebut.

"Contohnya adalah orang Makassar itu suka sekali makan apa pun pakai perasan jeruk. Di sana kami siapkan free condiments, ada jeruk nipisnya. Itu artinya tidak ditemukan di negara mana pun," kata Dewa saat ditemui di Pakuwon Mall Yogyakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Dewa menambahkan, strategi lain yang diterapkan adalah menghadirkan pilihan menu dengan harga yang lebih terjangkau pada waktu tertentu sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga keluarga muda. Menurutnya, semakin beragam pilihan kuliner yang tersedia di pusat perbelanjaan maupun kawasan wisata, semakin besar pula nilai tambah yang diperoleh wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Dwi Wulandari menilai pertumbuhan industri kuliner perlu dibangun melalui kolaborasi dengan ekosistem lokal agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas. Menurutnya, tingginya kebutuhan bahan pangan seperti ayam, cabai, dan komoditas pokok lainnya membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk bermitra dengan rantai pasok lokal.

“Diharapkan bisa mengoptimalkan potensi dan standar lokal agar memiliki daya saing tinggi serta berkolaborasi dengan berbagai,” ujar Dwi.

Perkembangan industri kuliner di Sleman diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan wisata kuliner, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....