Mayones Tinggi Kalori Ancam Pola Makan Sehat Masyarakat

  • 04 Jul 2026 12:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mayones menjadi salah satu pelengkap makanan yang semakin populer di berbagai hidangan, seperti sushi, mentai, burger, hingga sandwich. Meski mampu memberikan cita rasa gurih dan lezat, masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan karena kandungan kalorinya yang cukup tinggi. Penggunaan mayones dalam jumlah banyak dinilai dapat meningkatkan asupan energi harian tanpa disadari.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya menjelaskan bahwa sekitar 80 persen kandungan mayones terdiri dari minyak. Kondisi tersebut membuat mayones menjadi salah satu bahan makanan dengan kepadatan kalori yang tinggi. "Satu sendok makan mayones bisa mengandung sekitar 100 kalori, setara dengan satu gorengan," ujarnya.

Menurut Budi, masyarakat sering kali menganggap makanan seperti sushi, dimsum mentai, maupun sandwich sebagai menu yang sehat karena mengandung karbohidrat, protein, dan serat. Namun, tambahan mayones atau saus mentai dalam jumlah banyak justru dapat meningkatkan total kalori secara signifikan sehingga manfaat gizi dari makanan tersebut menjadi kurang optimal jika dikonsumsi secara berlebihan.

Ia mencontohkan enam potong dimsum tanpa tambahan saus mentai diperkirakan mengandung sekitar 300 kalori. Akan tetapi, setelah diberi saus mentai, jumlah kalorinya dapat melonjak hingga sekitar 600 kalori atau hampir dua kali lipat. Peningkatan ini menjadi perhatian karena banyak orang tidak menghitung kalori yang berasal dari saus pelengkap makanan.

Karena itu, Budi mengajak masyarakat mulai membatasi penggunaan mayones dalam menu sehari-hari. Menurutnya, rasa gurih atau umami yang dihasilkan mayones memang mampu meningkatkan selera makan, tetapi konsumsi yang tidak terkontrol dapat berkontribusi terhadap kelebihan asupan kalori yang berisiko memicu kenaikan berat badan dan berbagai gangguan kesehatan. "Rasa gurih memang membuat makanan lebih nikmat, tetapi konsumsinya tetap harus dibatasi," katanya.

Selain mengurangi penggunaan saus tinggi kalori, masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat memperhatikan kandungan gizi dari setiap makanan yang dikonsumsi. Pola makan seimbang yang mengutamakan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral perlu diterapkan agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi tanpa kelebihan kalori.

Menteri Kesehatan juga menekankan pentingnya membangun gaya hidup sehat melalui pengaturan pola makan yang baik dan diimbangi aktivitas fisik secara rutin. Langkah sederhana seperti membatasi penggunaan mayones, memilih makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga diyakini dapat membantu menjaga berat badan ideal sekaligus menurunkan risiko penyakit tidak menular dalam jangka panjang. "Kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan kecil, termasuk lebih bijak memilih dan mengonsumsi makanan setiap hari," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....