Bayam Dipanaskan Ulang Masih Aman Dikonsumsi Sehari-Hari

  • 06 Jun 2026 10:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Anggapan bahwa sayur bayam tidak boleh dipanaskan kembali masih banyak dipercaya masyarakat. Kekhawatiran tersebut muncul karena adanya informasi yang menyebut kandungan tertentu dalam bayam dapat berubah menjadi zat berbahaya setelah melalui proses pemanasan ulang. Namun, para ahli menilai informasi tersebut perlu dipahami secara lebih tepat berdasarkan bukti ilmiah.

Dokter sekaligus Certified Nutrition & Health Coach, dr. Dion Haryadi, menjelaskan bahwa bayam secara alami mengandung nitrat, senyawa yang juga ditemukan pada berbagai jenis sayuran hijau lainnya. Saat bayam dimasak dan dipanaskan kembali, sebagian nitrat memang dapat berubah menjadi nitrit, sehingga memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Meski demikian, dr. Dion menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa nitrit dari sayuran seperti bayam yang dipanaskan kembali dapat menyebabkan kanker. Menurutnya, sebagian besar penelitian yang mengaitkan nitrit dengan risiko kesehatan lebih banyak berfokus pada konsumsi daging olahan dibandingkan sayuran yang dimasak ulang untuk kebutuhan sehari-hari. “Belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa konsumsi nitrit dari bayam yang dipanaskan kembali dapat menyebabkan kanker. Kekhawatiran tersebut lebih banyak berkaitan dengan penelitian pada produk daging olahan,” ujarnya.

Selain itu, bayam tetap menjadi sumber berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Sayuran hijau ini mengandung vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan dan membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Kandungan gizi tersebut menjadikan bayam tetap layak menjadi bagian dari pola makan sehat masyarakat.

Dr. Dion juga menjelaskan bahwa risiko nitrit mengganggu kemampuan darah dalam membawa oksigen umumnya sangat kecil pada orang dewasa yang sehat. “Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah bayi dan anak usia sangat muda karena kondisi tubuh mereka masih lebih sensitif terhadap perubahan zat tertentu dalam makanan,” ucapnya.

Meski relatif aman untuk dipanaskan kembali, masyarakat tetap disarankan memperhatikan cara penyimpanan dan pengolahan makanan. Pemanasan berulang kali dapat mengurangi sebagian kandungan gizi pada sayuran. Karena itu, memasak sesuai kebutuhan, menyimpan sisa makanan di lemari pendingin, dan memanaskannya kembali hanya saat akan dikonsumsi menjadi langkah yang dianjurkan. Fenomena ini menunjukkan pentingnya memahami informasi kesehatan berdasarkan penjelasan ahli dan bukti ilmiah agar tidak mudah terpengaruh oleh mitos yang belum terbukti kebenarannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....