Gelar Rakernas di DIY, APJI Hadirkan Festival Kangen Masakan Nusantara
- 03 Jun 2026 13:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) sebagai organisasi yang menaungi perusahaan yang bergerak dan berkaitan dengan Industri Jasaboga dan Makanan Minuman, dan telah memiliki 28 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) di seluruh Indonesia, serta 3 Komite APJI di Luar negeri hari ini, Rabu, 3 Juni 2026 menggelar Rapat Kerja Nasional yang dipusatkan di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta.
Mengusung Tema “Konsolidasi Nasional dan Pengokohan Organisasi Menuju APJI sebagai Mitra Utama Strategis Stakeholder Jasaboga”, rangkaian kegiatan dimulai dengan Festival Kangen Masakan Nusantara (Lomba Masak Main Course & Lomba Jajanan Pasar). Kompetisi ini terbagi dalam tiga kelas lomba yakni Lomba Menghias Tumpeng Jajan Pasar Tradisional untuk siswa SMK dan Umum lokal, Lomba Membuat Jajan Pasar Kekinian, dan Lomba Makanan Ayam Nusantara.
Ketua Panitia Acara, Chef Desmon Lim mengatakan, kompetisi yang digelar dalam rangkaian Rakernas APJI Tahun 2026 ini bertujuan untuk mempromosikan jajanan tradisional sekaligus mendorong para peserta untuk berinovasi agar makanan tradisional Indonesia dapat diterima dengan baik oleh generasi muda, khususnya Gen Z.
"Jadi, kita temanya adalah melestarikan jajanan Indonesia tapi untuk kekinian," katanya, kepada RRI, Rabu, 3 Juni 2026.
Melalui ajang ini, Chef Desmon mengungkapkan, kuliner lokal diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai makanan yang kuno atau jadul. Apalagi menurutnya, potensi kuliner nusantara sangat beragam dan potensi masakan Indonesia di ranah global terbukti sangat besar.
"Seperti yang kita ketahui, generasi sekarang, Gen Z, itu kan sudah mulai beralih (makanan modern), jadi kita lebih untuk melestarikan dan mempertahankan makanan-makanan yang tradisional di Indonesia. Karena kenapa? Masakan Indonesia sebetulnya di luar negeri itu sangat dikenal dan sangat terkenal, jadi kita berusaha bagaimana caranya kami para chef itu melestarikan tradisional warisan dari budaya Indonesia," ucapnya.
Chef Desmon mencontohkan, makanan tradisional yang sudan diakui dan terkenal di luar negeri seperti Rendang. Sehingga, strategi penulisan ulang 'kemasan' dan presentasi masakan tradisional menjadi kunci utama.
"Makanya kita generasi sekarang kebanyakan makanan kan dari yang luar negeri ya, makanya kita berusaha mempertahankan itu, tapi kita bungkus lebih ke arah kekinian, lebih ke arah modern, tapi tetap mempertahankan tradisionalnya," ujarnya.
Antusiasme peserta terhadap kompetisi ini pun tergolong sangat tinggi, Chef Desmon menyebutkan, untuk kategori jajanan pasar tradisional diikuti oleh 8 tim, sementara slot untuk kategori jajanan pasar kekinian sudah terisi penuh dengan total peserta perorangan mencapai 25 orang. Melalui kompetisi ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang mampu membawa kuliner warisan budaya Indonesia tetap relevan, dicintai di negeri sendiri, dan semakin dikenal secara luas di panggung internasional.
Sebagai informasi, pada Festival Kangen Masakan Nusantara (Lomba Masak Main Course & Lomba Jajanan Pasar) yang digelar dalam rangkaian Rakernas APJI Tahun 2026 ini, juga akan hadir Prilly Latuconsina untuk melakukan demo masak sekitar pukul 14.30 WIB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....