Cegah Hipertensi, Batasi Konsumsi Garam dan Daging Berlebih saat Iduladha

  • 26 Mei 2026 22:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Momentum Hari Raya Iduladha kerap diwarnai dengan kehadiran hidangan daging kurban seperti sate, gulai, hingga rendang yang kaya akan santan. Namun, di balik kelezatan hidangan tersebut, tersimpan risiko kesehatan yang patut diwaspadai.

Dilansir dari Medcom, Chief of Medical Halodoc, dr Irwan Heriyanto MARS, menjelaskan, mengonsumsi daging dan makanan tinggi lemak secara berlebih dapat memicu risiko hipertensi, kolesterol tinggi, hingga gangguan metabolik.

Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengimbau masyarakat agar lebih bijaksana dalam mengatur porsi makan, meskipun persediaan daging kurban di rumah melimpah. Olahan daging berlemak dan gulai umumnya menggunakan garam serta santan dalam jumlah tinggi yang berpotensi menaikkan tekanan darah.

“Terutama yang hipertensi, jangan terlalu banyak makan yang asin-asin, biasanya masakan-masakan saat Idul Adha seperti gulai sulit dihindari,” katanya.

Kandungan natrium di dalam garam memicu lonjakan tekanan darah karena sifatnya yang menarik cairan tubuh. Proses ini mengakibatkan tekanan pada dinding pembuluh darah menjadi lebih besar.

Guna meminimalkan risiko kesehatan, masyarakat, khususnya penderita hipertensi, disarankan beralih menggunakan garam rendah natrium ketika memasak. Pembatasan asupan lemak pada daging kurban juga penting dilakukan agar kadar kolesterol tubuh tetap stabil.

Langkah pencegahan lain yang bisa diterapkan adalah dengan memilih potongan daging yang minim lemak serta mengurangi konsumsi makanan yang diolah dengan santan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....