Bukan Sekadar Roti, Kembang Waru Kotagede Kini Jadi Kuliner Estetik Favorit Wisata
- 10 Mei 2026 12:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID,Yogyakarta- Roti Kembang Waru menjadi salah satu kuliner legendaris peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang masih bertahan hingga sekarang. Bentuknya bulat dengan delapan sisi pada bagian pinggirannya sehingga terlihat unik dan berbeda dibandingkan jajanan tradisional lainnya.
Keunikan delapan sisi pada Roti Kembang Waru ternyata menyimpan filosofi mendalam tentang kepemimpinan dalam budaya Jawa kuno. Delapan sisi tersebut melambangkan delapan unsur alam yakni tanah, air, angin, api, matahari, bulan, bintang, serta langit.
Pada masa Kerajaan Mataram Islam, Roti Kembang Waru selalu hadir dalam berbagai hajatan dan upacara adat masyarakat Kotagede. Jajanan tradisional tersebut dipercaya menjadi simbol harapan agar seorang pemimpin mampu mengayomi seluruh rakyatnya dengan penuh kewibawaan.
Sejarah munculnya roti ini juga berkaitan erat dengan kondisi Kotagede tempo dahulu yang dipenuhi pepohonan rindang di sekitar Pasar Legi. Di antara pohon Gayam yang tumbuh subur, terdapat bunga Waru berwarna cokelat kemerahan yang kemudian menginspirasi bentuk roti legendaris tersebut.
Pembuatan Roti Kembang Waru menggunakan cetakan khusus berbahan besi sehingga menghasilkan ukuran dan bentuk yang seragam. Bentuk bunga Waru dipilih karena lebih mudah dibuat dibandingkan bentuk bunga Kenanga maupun bunga Mawar pada masa itu.
Salah satu pembuat Roti Kembang Waru yang masih mempertahankan resep tradisional berada di wilayah Purbayan, Kotagede, yakni Pak Eko. Ia menyampaikan varian original menjadi rasa paling populer meskipun tersedia pilihan lain seperti stroberi dan beberapa rasa kekinian lainnya. “Kami memiliki beberapa varian rasa dan ada toping seperti strawberry tetpai harus pesan dahulu,” katanya Kamis 7 Mei 2026.
Seorang pelanggan bernama Kiki mengaku Roti Kembang Waru buatan Pak Eko sangat cocok dinikmati anak-anak karena teksturnya lembut dan rasanya enak. “Anak-anak saya meminta tambah karena makan satu roti saja tidak cukup selain itu harga kembang waru ini terjangkau,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....