Waspada Konsumsi Gula pada Tren Minuman Kekinian

  • 04 Mei 2026 20:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tren minuman kekinian dengan beragam varian rasa dan tampilan menarik terus berkembang di tengah masyarakat. Pilihan seperti kopi susu, teh dengan aneka topping, hingga minuman berbasis susu menjadi favorit, terutama di kalangan anak muda. Selain menyegarkan, minuman ini juga kerap menjadi bagian dari gaya hidup dan aktivitas sosial.

Kemudahan akses melalui gerai yang tersebar di berbagai lokasi serta layanan pemesanan daring turut mendorong peningkatan konsumsi. Ditambah lagi, tampilan minuman yang estetik membuatnya mudah menarik perhatian dan populer di media sosial, sehingga semakin memperluas jangkauan tren ini.

Namun, di balik popularitas tersebut, kandungan gula dalam minuman kekinian perlu menjadi perhatian serius. Sebagian besar produk mengandung gula tambahan dari berbagai bahan, seperti sirup, gula cair, susu kental manis, hingga topping seperti boba dan krim.

Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang berisiko meningkatkan berbagai gangguan kesehatan, seperti obesitas, diabetes, serta masalah metabolisme. Selain itu, efek segar setelah mengonsumsi minuman manis umumnya hanya bersifat sementara dan dapat diikuti rasa lelah akibat penurunan kadar gula darah.

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara rutin juga berpotensi meningkatkan asupan kalori harian. Jika tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup, kondisi ini dapat berdampak pada penambahan berat badan.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih selektif dalam memilih minuman kekinian. Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti mengurangi penggunaan topping, tidak mengonsumsi minuman manis setiap hari, serta memperbanyak air putih. Dengan kesadaran tersebut, tren minuman kekinian tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....