Ketahui Asal nama Gudeg dan Sejarahnya

  • 04 Mei 2026 09:16 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gudeg merupakan makanan asal Jogja yang bahan baku utamanya berasal dari nangka muda yang kemudian dimasak dengan santan. Umumnya, gudeg disajikan bersama nasi, areh, ayam, telur, tahu, dan sambal krecek. Gudeg dimasak dalam waktu yang lama bersama dengan daun jati sehingga memiliki warna cokelat yang khas.

Nama gudeg berasal dari istilah dalam bahasa Jawa, yaitu hangudeg atau ngudheg yang berarti mengaduk. Ini merujuk pada proses pembuatannya yang sesekali diaduk dengan menggunakan centong agar tidak gosong. Istilah hangudeg juga dapat bermakna memasak nangka dengan santan dan daun melinjo di dalam kuali besar.

Dikutip dari buku Makanan Tradisional Indonesia Seri 2 karya Murdijati Gardjito dkk, gudeg konon sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam. Bermula dari pembabatan Alas Mentaok untuk pembangunan Keraton, di mana hutan tersebut ternyata ditumbuhi banyak pohon nangka dan juga pohon kelapa.

Jumlah buah nangka dan kelapa yang sangat banyak menyebabkan para perintis Mataram berinovasi dan mengolahnya menjadi gudeg. Setelah itu, masyarakat mengenal gudeg sebagai menu utama yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Gudeg dimasak dalam kurun waktu yang lama atau sekitar 5 jam, sehingga memiliki cita rasa istimewa yang cenderung manis. Untuk tingkat kepedasan dapat disesuaikan dengan menambahkan sambal krecek. Gudeg juga dapat disantap sebagai menu sarapan, makan siang atau makan malam.

Secara umum, ada dua jenis gudeg yang biasanya disajikan, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah biasanya harus langsung disantap karena tidak tahan lama di suhu ruangan. Sebaliknya, gudeg kering sering dibeli sebagai oleh-oleh khas Jogja karena lebih awet.

Seiring perkembangan, gudeg disajikan dalam variasi kemasan yang beragam. Berikut beberapa kategorinya yang disadur dari buku Gastronomi Indonesia sebagai Identitas Budaya dan Daya Tarik Wisata oleh Suci Sandi Wachyuni.

1. Gudeg kendil

Seperti namanya, gudeg kendil umumnya disajikan dengan ayam, telur bacem, sambal krecek, dan tahu tempe yang dikemas dalam wadah gerabah yang disebut kendil. Dengan penyajian ini, gudeg dapat disimpan di dalam lemari es selama 2-3 hari tanpa kehilangan kualitasnya.

2. Gudeg kotak

Gudeg kotak merujuk pada hidangan gudeg yang lengkap dan disajikan dalam kemasan kotak kardus. Dalam kemasan ini, gudeg dapat bertahan dengan disimpan di lemari es selama 1-2 hari. Penggunaan kotak ini biasanya ditujukan untuk keperluan pemesanan sarapan, makan siang, atau rekreasi.

3. Gudeg kalengan

Gudeg kalengan merupakan varian gudeg yang dikemas dalam kaleng dan telah melalui proses sterilisasi guna memperpanjang masa simpan hingga satu tahun. Gudeg kalengan umumnya hanya berisi nangka, sedangkan pelengkap dan lauknya ditambahkan secara terpisah.

4. Gudeg besek

Gudeg besek adalah jenis gudeg yang lengkap dengan lauk pendampingnya dan dikemas dalam keranjang anyaman bambu yang disebut besek. Gudeg dalam kemasan ini dapat disimpan dalam kulkas selama 2-3 hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....