Ekonomi Sempat Mandeg, Eks Pengelola Parkir Senopati Rintis Usaha Angkringan

  • 04 Mei 2026 08:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Puluhan eks pengelola parkir, pedagang asong, dan pedagang lapak yang sebelumnya beraktivitas di Taman Parkir Senopati banting setir merintis usaha angkringan. Lokasinya berada di Plataran Senopati tepatnya di depan Kantor BI Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Koordinator Pelaksana Plataran Senopati Andi Erwanto menjelaskan alih profesi yang dilakukan ini sejalan dengan arahan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Sebab, Andi mengaku perekonomian para eks pengelola parkir ini sempat mandeg usai Pemkot Yogyakarta melarang masuknya bus pariwisata ke kawasan Malioboro. Imbasnya, tak ada lagi bus parkir di Taman Parkir Senopati dan pengelola kehilangan mata penceharian.

Andi mengaku sempat menempuh audiensi dengan Wali Kota Yogyakarta. Lalu, dia diarahkan untuk belajar dari Pendapa Lawas Alun-Alun Utara karena memiliki latar belakang yang sama.

“Alun-Alun Utara itu dulu buat parkir bus, kemudian tidak boleh dan akhirnya mereka beralih dan hidup dari pendapa-pendapa. Kami disuruh belajar ke sana. Di alun-alun saya diterima baik. Kemudian dibimbing dan terkonsep seperti Pendapa Lawas, tapi tidak boleh bangunan permanen,” kata Andi saat ditemui di Plataran Senopati baru-baru ini.

Andi menambahkan, ada 15 juru yang parkir bergabung merintis usaha angkringan di Plataran Senopati. Ditambah sekitar 20 orang dari total 60 pedagang asongan. Sisa jukir dan pedagang asongan lain yang tidak ikut bergabung disebut beralih profesi lainnya. Ada juga yang masih berprofesi sebagai juru parkir di Taman Parkir Ngabean. Andi menyebut sebagai modal awal para pedagang Plataran Senopati ini turut melakukan iuran.

“Urunan Rp 1,5 juta per orang. Terkumpul Rp102 juta. Untuk membiayai modal awal, gerobak, lampu-lampu, perkakas dapur, semua dari iuran teman-teman,” ucap Andi.

Ketua Koperasi Senopati Harjito menyebut setidaknya ada 500-an orang beseta keluarganya yang terdampak lantaran tidak adanya bus yang parkir di Taman Parkir Senopati. Dia mengakui para juru parkir sempat tidak memiliki pemasukan sama sekali. Bahkan beberapa diantaranya harus berutang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau kita dikatakan mampu ya tetap mati betul karena sudah tidak bisa apa-apa,” kata Harjito.

Kini Taman Parkir Senopati hanya digunakan untuk parkir mobil dan elf di sisi timur dan tengah. Diharapkan Parkir Senopati sisi barat bisa kembali hidup dengan keberadaan Plataran Senopati. Harjito mengaku optimistis Plataran Senopati akan mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ini tak lepas dari lokasinya yang strategis di Titik Nol Kilometer.

“Insya Allah bisa ramai. Kan kebetulan ini di Nol Km. Kita bisanya, piye apike, kita jalankan. Semoga dengan ini laku, parkiran elf juga bisa berjalan baik sehingga perekonomian bisa terangkat lagi,” ucap Harjito.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....