Lesehan Prasojo, Kuliner Sederhana Favorit Mahasiswa Jogja
- 02 Apr 2026 15:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Lesehan Prasojo menjadi salah satu pilihan kuliner malam yang cukup dikenal di kawasan Karang Malang, Sleman. Warung yang berlokasi di Jalan Lembah UGM, Karang Malang, Caturtunggal, Depok ini telah beroperasi sejak 2010.
Pemilik Lesehan Prasojo, Andi, mengatakan usaha kuliner tersebut sebelumnya telah dirintis sejak 1997 di kawasan Condongcatur, tepatnya di belakang UPN. Namun, saat ini operasional difokuskan di lokasi Lembah UGM.
“Kalau awalnya dulu di Condongcatur, kurang lebih dari tahun 1997. Tapi sekarang sudah fokus di sini,” ujar Andi.
Lesehan Prasojo buka setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 01.00 WIB. Puncak keramaian biasanya terjadi pada malam hari, khususnya setelah waktu magrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
Mayoritas pengunjung yang datang didominasi mahasiswa. Lokasi yang berada di kawasan kampus menjadi salah satu faktor tingginya kunjungan dari kalangan tersebut.
“Sekitar 90 persen pengunjung itu mahasiswa, karena memang lokasinya dekat kampus. Biasanya mereka datang malam hari untuk makan sekaligus berkumpul,” katanya.
Nama “Prasojo” sendiri memiliki makna kesederhanaan dan bersahaja. Filosofi tersebut diharapkan menjadi identitas usaha sekaligus mudah diingat oleh pelanggan.
Menu yang ditawarkan pun sederhana namun menggugah selera. Ayam kremes menjadi primadona dengan kebutuhan mencapai 20 kilogram per hari. Selain itu, tersedia lele, telur, hingga berbagai lauk pendamping.
“Yang paling laris ayam, kemudian lele dan telur. Untuk sambalnya ada matah, bawang, dan matang, tapi yang paling banyak disukai tetap sambal bawang,” ujarnya.

Selain menu, ciri khas lain dari Lesehan Prasojo terlihat dari penampilan para pegawainya yang kompak menggunakan topi saat bekerja. Hal ini berawal dari kebiasaan pemilik yang gemar memakai topi, kemudian diikuti oleh seluruh karyawan sebagai identitas sederhana warung.
“Saya memang suka pakai topi, terus anak-anak di sini juga ikut pakai. Jadi akhirnya semua pakai topi, sekalian jadi ciri khas juga di sini,” kata Andi.
Dalam operasionalnya, Lesehan Prasojo didukung lima karyawan yang bekerja secara bergantian. Andi menekankan suasana kekeluargaan sebagai nilai utama dalam menjalankan usaha.
“Di sini kami seperti keluarga, jadi kerja bareng dan saling mendukung. Harapannya usaha ini bisa terus berjalan lancar dan memberi manfaat untuk semua,” ucapnya.
Ke depan, Andi berencana mengembangkan usahanya dengan membuka cabang baru di kawasan Maguwoharjo, Sleman. Ia berharap usaha yang dijalankan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....