Ini yang Membuat Jenang Yu Jumilah Primadona di Pasar Ngasem
- 31 Mar 2026 23:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ragam jenis jenang yang ditawarkan Yu Jumilah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Pasar Ngasem, Kota Yogyakarta. Setidaknya ada sembilan varian jenang tradisional yang dijajakan di lapak Jenang Yu Jumilah.
Fajar Suryanti, generasi kedua Jenang Yu Jumilah mengatakan, varian jenang tersebut di antaranya jenang sumsum original, sumsum pandan, candil, mutiara, pati telo, hingga lobe-lobe.
Salah satu varian yang menjadi ciri khas yakni lobe-lobe, jenang dengan isian ubi dan nangka. Selain cita rasanya yang khas, jenang lobe-lobe juga tergolong langka dan jarang ditemui di Yogyakarta.
"Ada sembilan varian, mulai dari sumsum ori, sumsum pandan, lobe-lobe, Mutiara atau kalau di Jogja dikenal monte. Lalu ada candil dari tepung ketan dan parutan singkong, pati telo yang isiannya ubi sama kelapa muda. Kemudian jenang ngangrang yang terbuat dari beras ketan putih dan dimasak pakai jahe, cengkeh, kayu manis. Ada juga ketan hitam yang dimasak menggunakan pewarna merang atau padi yang dibakar," ujar Fajar saat ditemui di Pasar Ngasem, Sabtu, 28 Maret 2026.
Fajar menegaskan, seluruh jenang yang dijual menggunakan bahan-bahan alami. Hal ini membuat cita rasa jenang tetap autentik dan khas.
Untuk menikmati berbagai jenis jenang tersebut, pembeli cukup merogoh kocek Rp15.000 untuk ukuran cup besar dan Rp8.000 untuk cup kecil. Sementara bagi pengunjung yang ingin menikmati di tempat, cukup membayar Rp11.000.
Selama musim libur Lebaran 2026, penjualan Jenang Yu Jumilah mengalami peningkatan sangat signifikan. Tingkat penjualan bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 cup per hari. Padahal, pada hari biasa penjualan hanya sekitar 300 cup, dan bahkan saat bulan Ramadan berkisar 50-100 cup per hari.
"Kalau libur Lebaran ini bisa sampai 1.000-1.500 cup per hari. Kalau hari biasa sekitar 300 cup, tapi Sabtu Minggu bisa 1.000 cup. Pasar Ngasem ini sekarang ii jadi tempat wisata kuliner, jadi pasti ramai," ujar Fajar.
Lonjakan penjualan juga terlihat dari meningkatnya penggunaan bahan baku. Fajar mengatakan, dalam sehari bisa menghabiskan santan mencapai 300 liter. Jumlah ini meningkat tajam dibanding hari biasa yang hanya sekitar 50 hingga 70 liter. "Naik 100 persen lebih kalau pas liburan seperti sekarang ini," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....