Asal Mula Jadah Tempe Mbah Carik
- 31 Mar 2026 20:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Kudapan tradisional jadah tempe Mbah Carik merupakan ikon kuliner legendaris yang sangat populer di kawasan wisata pegunungan Kaliurang. Sejarah panjang makanan ini bermula sejak tahun 1950 melalui tangan kreatif sosok Mbah Sastro Dinomo.
Nama warung tersebut merujuk pada jabatan Mbah Sastro Dinomo yang kala itu sedang mengabdi menjadi sekretaris desa Hargobinangun. Usaha keluarga ini awalnya bertujuan untuk membantu ekonomi rumah tangga dengan menjual kombinasi ketan gurih serta tempe bacem.
"Kesederhanaan rasa jadah yang sangat gurih dipadukan dengan manisnya tempe bacem ternyata berhasil memikat lidah para bangsawan Yogyakarta," ujar Ida Kurniasih Generasi ke-3 Jadah Tempe Mbah Cariik. "Tentu kami berkomitmen untuk mempertahankan resep asli dan cara pengolahan tradisional guna menjaga cita rasa tetap otentik,"ujarnya.
Titik balik popularitas kudapan unik ini terjadi saat Sri Sultan Hamengkubuwono ke sembilan sering berkunjung ke wilayah Kaliurang. Ia sangat menyukai perpaduan rasa tersebut dan memberikan nama khusus agar masyarakat lebih mudah mengenali warung Mbah Carik.
"Nama tersebut diberikan agar para tamu atau ajudan Sultan lebih mudah mencari lokasi warungnya saat beliau sedang beristirahat," ucap Ida. "Saya sebagai cucu yang meneruskan usaha berkomitmen menjaga amanah dari Simbah dalam melayani pelanggan setia dengan sepenuh hati setiap hari."
Hingga saat ini pengelolaan usaha kuliner tersebut telah memasuki generasi ketiga dengan tetap mempertahankan metode memasak kayu bakar. Penggunaan bahan baku ketan berkualitas tinggi memastikan tekstur jadah tetap lembut meskipun zaman terus mengalami perubahan sangat pesat.
Warung pusat yang berlokasi di Jalan Kaliurang KM 12,5 tetap menjadi magnet utama bagi para wisatawan. Menikmati harmoni rasa tradisional Jawa merupakan cara terbaik untuk menyelami histori mendalam dari sebuah warisan budaya yang adiluhung. (Gilang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....