Soto Kudus Pak Dewo Bertahan sejak 1993

  • 26 Mar 2026 18:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Warung Soto Kudus Pak Dewo menjadi salah satu kuliner legendaris di kawasan Terban, Kota Yogyakarta. Usaha yang berlokasi di Jl. C. Simanjuntak No. 62, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta ini dirintis sejak 1993 oleh Ibu Nur Dewo bersama sang suami, Pak Dewo.

Pada awalnya, keduanya berjualan menggunakan tenda kaki lima dengan nama Soto Kudus Terban. Seiring berkembangnya pelanggan, pada 1996 usaha tersebut pindah ke ruko dan resmi menggunakan nama Soto Kudus Pak Dewo. “Saya pegang soto itu dari tahun 1993. Dulu masih pakai tenda di pinggir jalan, namanya Soto Kudus Terban,” ujar Ibu Nur.

Menurutnya, penggunaan nama Pak Dewo sempat menimbulkan perdebatan di lingkungan keluarga. Namun keputusan itu justru menjadi identitas kuat yang melekat hingga kini. “Tahun 1996 saya pakai nama Soto Kudus Pak Dewo. Alhamdulillah dulu itu ramai sekali,” katanya.

Di masa awal, warung ini buka sejak pukul 16.30 WIB dan dalam hitungan jam ratusan porsi soto ayam habis terjual, terutama oleh mahasiswa di sekitar kawasan kampus. “Pukul setengah lima buka, setengah delapan sudah habis. Mahasiswa banyak sekali,” ucapnya.

Cita rasa Soto Kudus Pak Dewo berasal dari resep asli yang diberikan teman kuliah Pak Dewo asal Kudus. Ibu Nur bahkan sempat pergi ke Kudus untuk mencari kecap khas sebagai pelengkap rasa autentik. “Dikasih resep asli, diajari langsung. Bahkan saya hamil besar ke Kudus cari kecapnya,” ujarnya.

Seiring waktu, menu berkembang dengan tambahan rawon, sop iga, ayam goreng kampung, hingga aneka lauk dan gorengan. Soto Kudus tetap menjadi menu utama, disusul Rawon Dewo yang juga banyak diminati pelanggan.

Beragam menu di Warung Soto Kudus Pak Dewo, mulai dari soto kudus, rawon, sop iga, hingga aneka sate-satean. (Foto: RRI/Katon)

Harga menu ditawarkan mulai Rp15.000 per porsi. Warung ini buka setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dengan dukungan lima karyawan tetap. Selain pelanggan lokal, sejumlah tamu dari luar daerah bahkan luar negeri kerap menyempatkan diri datang saat berada di Yogyakarta. “Ada pelanggan tinggal di Australia. Turun dari pesawat langsung ke sini, makan dua mangkok,” katanya.

Ke depan, Ibu Nur berharap usaha yang dirintis bersama suaminya itu tetap dikenal luas dan terus bertahan di tengah persaingan kuliner. “Pengennya Soto Kudus Pak Dewo itu tetap membumi, dikenal lagi seperti dulu,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....