Wisata Kuliner Beringharjo saat Mudik, Cerita Hangat Perantau
- 24 Mar 2026 13:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Momen mudik Idulfitri tidak hanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan menikmati wisata kuliner khas daerah. Di Yogyakarta, kawasan Pasar Beringharjo kembali menjadi salah satu destinasi favorit para pemudik yang ingin bernostalgia dengan cita rasa legendaris.
Salah satu pemudik bernama Andhika yang datang dari Makassar bersama keluarganya, mengaku sengaja menyempatkan diri berkunjung ke Beringharjo untuk berburu kuliner. Menurutnya, pengalaman menikmati makanan khas di Yogyakarta selalu meninggalkan kesan tersendiri.
“Sate di Beringharjo murah dan enak,” ujarnya singkat.
Tak hanya Andhika, Sri, pemudik asal Lampung, juga merasakan hal serupa. Ia datang bersama keluarga dan menjadikan kunjungan ke Beringharjo sebagai bagian dari tradisi setiap kali pulang kampung.
Sri mengaku rindu dengan cita rasa sate kronyos yang dahulu menjadi langganan orang tuanya. Kerinduan itulah yang membawanya kembali ke salah satu warung favorit di kawasan tersebut.
Sate Kronyos sendiri meruapakan sate lemak/gajih sapi atau sering disebut sandung lamur atau jando yang dibakar yang banyak dijual di pasar Beringharjo.

Di balik ramainya aktivitas kuliner, para pedagang juga memiliki cerita tersendiri. Ibu Yanti, salah satu penjual makanan di Beringharjo, mengungkapkan bahwa ia mulai kembali berjualan tiga hari setelah Idulfitri.
Meski diakuinya jumlah pengunjung tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya, ia tetap bersyukur usahanya masih berjalan. Ia juga menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku, terutama ayam. Namun demikian, ia memilih untuk tidak menaikkan harga jual.
“Walaupun harga ayam naik, saya tidak bisa menaikkan harga sate karena kasihan pelanggan yang sudah lama berlangganan,” katanya.
Di warungnya, Ibu Yanti menyajikan beragam menu yang menggugah selera. Mulai dari soto ayam, soto sapi, sate ayam, hingga sate kere atau sate kronyos yang menjadi favorit pelanggan. Selain itu, tersedia pula aneka lauk seperti rendang jengkol, oseng mercon, sayur lodeh, nasi pecel, rica ayam, nasi krecek, hingga sayur desa.
Menu yang ditawarkan pun berganti setiap hari, termasuk hidangan seperti gule sapi, soto daging sapi, dan soto ayam kampung. Keberadaan kuliner tradisional di Beringharjo tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menghadirkan ruang nostalgia bagi para pemudik.
Di tengah perjalanan pulang kampung, cita rasa khas Yogyakarta menjadi pengikat kenangan sekaligus pelengkap kebahagiaan Idulfitri bersama keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....