Sate Sapi Pak Panut: Kuliner Legendaris sejak 1988
- 24 Feb 2026 20:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bagi para pemburu kuliner malam di Yogyakarta, kawasan Jalan Godean menyimpan kuliner yang sudah melegenda lebih dari tiga dekade. Sate Sapi Pak Panut, sebuah warung sederhana yang tak pernah sepi pengunjung sudah berdiri sejak tahun 1988.
Warung ini kini dikelola oleh Bu Is, yang merupakan generasi kedua dari pendiri aslinya. Meski zaman telah berganti, resep rahasia dan kualitas daging tetap dipertahankan demi menjaga kesetiaan para pelanggannya.
"Alhamdulilah tiap hari ramai, mbak. Biasanya saya bawa 1.500-2.000 tusuk tiap harinya," ujar Is, saat ditemui di warungnya.
Popularitas Sate Sapi Pak Panut tidak main-main. Dalam satu malam, warung ini mampu menjual antara 1.500 hingga 2.000 tusuk sate. Jumlah yang fantastis ini membuktikan betapa tingginya minat masyarakat terhadap sate sapi legendaris ini.
| Baca juga: Sehat tanpa Kaldu Hewani dari Sop Mbah Semar |
Berbeda dengan sate pada umumnya yang hanya disajikan dengan bumbu kacang atau kecap, Sate Sapi Pak Panut memiliki paket lengkap yang unik. Satu porsi berisi 6 tusuk sate sapi (bisa pilih daging atau campuran daging dan lemak/gajih), ketupat dan sayur tempe kuah santan.
Meski menyandang status kuliner legendaris, Bu Is tetap mematok harga yang ramah di kantong. Pelanggan cukup merogoh kocek sebesar Rp17.000 untuk satu porsi sate campur. Bagi yang lebih menyukai daging, tersedia pilihan porsi daging dengan harga Rp20.000.
"Ya banyak yang suka gajih, tapi ada juga yang hanya minta daging. Tergantung selera," ujar Is.
Warung yang terletak di jalan Ngapak - Kentheng No.7, Sidokarto, Godean ini buka dari jam lima sore. Namun pembeli disarankan untuk tidak datang terlalu malam agar tidak kehabisan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....