Legenda Rasa Bengawan Solo Tak Lekang Waktu

  • 15 Feb 2026 19:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Makanan tradisional Bengawan Solo tetap bertahan di tengah gempuran kuliner modern yang terus bermunculan. Cita rasa khas dan resep turun-temurun menjadikannya bagian penting dari identitas kuliner masyarakat di Surakarta.

Keunikan makanan Bengawan Solo terletak pada penggunaan bahan sederhana dengan teknik olahan yang penuh ketelatenan. Perpaduan rasa manis, gurih, dan aroma rempah yang lembut menciptakan karakter rasa yang sulit ditandingi makanan kekinian.

Salah satu jajanan tradisional yang populer adalah Kue Bengawan Solo berbahan dasar singkong parut yang diolah menjadi lapisan warna-warni menarik. Kue ini memiliki tekstur kenyal manis dengan kombinasi gula, santan, vanili, serta taburan kelapa parut yang gurih di atasnya.

Proses pembuatannya dimulai dari mencampurkan singkong parut dengan gula, santan, dan sedikit agar-agar untuk menghasilkan tekstur yang lebih padat. Adonan kemudian diberi pewarna alami, dituangkan berlapis ke dalam loyang, lalu dikukus hingga matang sempurna sebelum dipotong dan disajikan.

Ciri khas kue ini terletak pada tampilannya yang cerah dengan lapisan merah, kuning, dan hijau yang menggugah selera. Tak heran jika jajanan yang juga dikenal sebagai lapis singkong ini kerap diburu di pasar tradisional.

Di era digital, para pelaku usaha kuliner Bengawan Solo mulai memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar dan menjangkau generasi muda. Inovasi kemasan modern tanpa mengubah resep asli menjadi strategi jitu agar tetap relevan dan diminati.

Salah satu konsumen Kiya mengaku sangat menyukai makanan khas Bengawan Solo karena rasanya autentik dan mengingatkannya pada masakan rumahan. “Saya suka sekali dengan makanan ini, rasanya lembut dan manisnya pas, bikin kangen suasana kampung,” ujarnya Minggu 15 Februari 2026.

Keberadaan makanan tradisional Bengawan Solo membuktikan bahwa warisan kuliner mampu bertahan jika dijaga kualitas dan cita rasanya. Di tengah tren makanan viral, sajian khas ini tetap menjadi pilihan karena kehangatan rasa dan nilai budaya yang melekat kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....