Pepes Nila Mbah Jalal, Kuliner yang Bertahan Sejak Pandemi

  • 06 Feb 2026 14:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Warung Pepes Nila Mbah Jalal terus menunjukkan eksistensinya sebagai kuliner khas berbasis rempah di tengah persaingan usaha makanan. Berdiri sejak 2018, warung yang berlokasi di Jalan Magelang kilometer 17.5, Gundengan Gidul, Margorejo, Tempel, Sleman ini dikenal dengan menu pepes nila.

Usaha tersebut dimiliki oleh sepasang suami istri, Bu Jalal sebagai peracik bumbu dan Bapak Amad Jalaludin yang akrab disapa Mbah Jalal. Nama warung pun diambil dari nama sang pemilik. Hingga kini, usaha kuliner tersebut masih aktif beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB tanpa hari libur tetap.

Pada masa pandemi Covid-19, warung ini sempat terdampak pembatasan aktivitas. Namun, operasional tetap berjalan dengan sistem layanan bungkus dan pesanan daring.

“Waktu Covid memang pengaruh, tapi kami tetap buka, hanya melayani take away saja,” ujar Sri Lestari, salah satu juru masak di warung tersebut kepada RRI, Jumat 6 Februari 2026.

Keunikan pada menu-menu di Pepes Nila Mbah Jalal terletak pada bumbu racikan rempah-rempah alami seperti jahe dan kunyit yang dipercaya baik untuk kesehatan. Seluruh bahan diolah dalam kondisi segar untuk memastikan kualitasnya.

Rempah alami, ikan segar, dan resep turun turun temurun, jadi rahasia eksistensi Pepes Nila Mbah Jalal. (Foto: RRI/Hanna)

Dalam sehari, warung ini mampu menghabiskan sedikitnya 100 porsi pepes nila dan menerima pesanan juga. Pelanggannya tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Sleman, tetapi juga dari luar daerah seperti Magelang, Temanggung, Semarang, hingga Jawa Timur. Bahkan, pesanan luar kota dilayani dalam bentuk produk beku untuk dikirim ke berbagai daerah.

Proses memasak pepes nila dilakukan secara bertahap agar kualitas rasa tetap terjaga. Ikan nila dibersihkan, dibumbui, dibungkus daun pisang, lalu dikukus sekitar 30 menit menggunakan kompor gas. Selain pepes nila sebagai menu andalan, tersedia pula mangut nila, sup nila, dan nila goreng dengan harga mulai dari Rp22 ribu untuk lauk saja.

Sri Lestari berharap usaha kuliner ini dapat terus berkembang sekaligus memberi manfaat sosial. Selain membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu sekitar, ia juga mengajak masyarakat untuk membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat.

“Harapannya ke depan bisa terus berkembang dan  memberdayakan warga sekitar, karena makanan sehat itu penting untuk pikiran yang sehat juga,” ucapnya. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....