Cita Rasa Legendaris Terik Daging Warung Bu Spoed
- 27 Jan 2026 20:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dikenal sebagai warung makan tempo dulu, Warung Makan Bu Spoed sudah ada sejak tahun 1920 dengan resep turun – temurun dari generasi pertama dengan sajian khas adalah Terik Daging. Warung yang terletak di Jalan Ibu Ruswo Nomor 32, Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, telah dikelola oleh generasi ketiga, yaitu Elly yang meneruskan resep dari generasi pertama.
Generasi ketiga dari Warung Makan Bu Spoed, Elly, mengatakan bahwa Warung Makan Bu Spoed telah ada sejak tahun 1920. Dan menu yang menjadi khas dari warung makan ini adalah terik daging yang jadi incaran oleh penikmat kuliner yang datang.
“Dulu kalau ada yang beli cuma dibawa pulang, jadi nggak ada yang makan di tempat kayak sekarang, dan terik daging masih jadi ciri khas dari warung kami. Kalau sekarang ada sekitar 50 menu tapi yang jadi ciri khas dari warung makan Bu Spoed itu ya terik daging itu, meskipun ada warung makan yang menjual tapi rasanya bakalan beda sama di warung makan Bu Spoed,” ujar elly.
Adapun proses membuat terik daging memakan waktu yang sangat lama, awalnya daging sapi direbus hingga empuk, kemudian dicampur menggunakan santan kental yang menghasilkan kuah rasa yang membedakan dari terik daging di tempat lain. Keunikan rasa inilah yang membuat terik daging cepat habis dan menjadi menu favorit pelanggan lokal maupun wisatawan yang ingin merasakan kuliner tradisional Yogyakarta.
Meskipun bahan baku mahal, namun elly mewanti – wanti untuk tidak mengurangi takaran bumbu, hal ini tentunya akan mengurangi cita rasa dari Terik Daging tersebut. Dalam proses pembuatan masakan di warung makan bu spoed masih menggunakan arang untuk memasak puluhan menu di warungnya.
Elly mengatakan, bahwa pada generasi pertama yaitu Harjo, berbagai kalangan datang untuk membeli masakan miliknya, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai bahkan utusan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
“Dulu ada laki laki sebagai utusan dari keraton diminta untuk memborong menu masakan kesukaannya, tahu – tempe bacem, tapi Mbah Harjo bilang nggak bisa, ini buat pembeli yang lain, kalau mau setengah, kalau semua nggak boleh,” kata Elly.
Dalam sehari, warung makan bu spoed mampu melayani hingga 100 pelanggan perhari. Dengan harga yang tetap terjangkau mulai dari Rp8.000 pelanggan dapat menikmati kuliner tempo dulu dengan bumbu yang khas.
Hingga saat ini, Warung Makan Bu Spoed masih melayani pembelian secara offline. Hal ini dikarenakan terbatasnya jumlah karyawan dan menghindari bentrok pesanan antara online dan offline (Victorio Firsta).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....