Warung Aneka Sambal Mbak Ti Bertahan Sejak 2009
- 16 Jan 2026 16:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Warung makan “Aneka Sambal Mbak Ti” di kawasan Nologaten terus bertahan dan berkembang sejak berdiri pada 2009. Usaha kuliner rumahan ini dikelola oleh Sugiyati bersama suaminya, Paidho, dengan mengandalkan menu sederhana, harga terjangkau, dan ciri khas sambal yang beragam. Bagi pelanggan yang ingin melakukan pemesanan atau sekadar bertanya, Sugiyati dapat dihubungi melalui nomor 0822-4252-8742.
Sugiyati menjelaskan, saat ini terdapat tiga titik usaha yang masih saling melengkapi. Cabang utama berada di Jalan Nologaten nomor 138A, cabang kedua di area parkir Pasar Gowok, dan cabang ketiga di Nologaten RT 05/RW 22 nomor 149. “Yang pusat itu di Jalan Nologaten nomor 138A, kalau yang sini Nologaten, ini yang ketiga,” ujarnya.
Menu yang disajikan mencakup aneka lauk seperti ayam potong, ayam kampung, bebek, lele, nila, salem, hingga puyuh, baik digoreng maupun dibakar. Selain itu tersedia telur, tahu, tempe, terong, dan kangkung sebagai pelengkap. “Menu saya dari ayam potong, ayam kampung, bebek, lele, sampai puyuh, terus ada telur, tahu tempe, terong, sama kangkung,” katanya.
Keunggulan warung ini terletak pada pilihan sambalnya. Pelanggan dapat memilih sambal tomat mentah, tomat matang, terasi, atau sambal bawang sesuai selera. Lalapan yang disediakan seperti pada umumnya, yaitu kubis ketimun dan daun kemangi. Sebagai pelengkap tersedia tumis atau cha kangkung, terong goreng maupun bakar sesuai permintaan. “Yang spesial disini itu sambalnya, mau pedas ya langsung, tidak pakai level,” ucapnya.
Soal harga, Sugiyati menyebut kisaran menu dibanderol mulai Rp10 ribu hingga Rp25 ribu. Nasi dan sambal dapat ditambah secara gratis. “Nasi bisa refiil sepuasnya, nambah sambal tidak dihitung, gratis juga,” ujarnya.
Selain melayani makan di tempat, warung "Aneka Sambal Mbak Ti" juga menerima pesanan, baik partai kecil maupun besar. Namun, untuk menu tertentu seperti bebek dan puyuh, pemesanan harus dilakukan satu hari sebelumnya. “Kalau ayam sama lele mendadak bisa, tapi kalau bebek dan puyuh harus pesan satu hari sebelumnya,” katanya.
Warung "Aneka Sambal Mbak Ti" buka setiap hari pukul 10.00 hingga 23.00 WIB dan hanya tutup pada hari besar tertentu seperti Lebaran selama empat hari dan satu hari saat Tahun Baru. Pelanggannya datang dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. “Semua kalangan, mahasiswa libur atau tidak ya tetap jalan,” katanya.
Sementara itu, Paidho mengungkapkan bahwa sejak awal usaha ini berkembang tanpa promosi besar. Strategi utamanya adalah harga di bawah standar dan mengandalkan kepuasan pelanggan. “Promonya dari mulut ke mulut, dulu untung sedikit tapi habis banyak,” katanya. Hingga kini, warung "Aneka Sambal Mbak Ti" tetap bertahan dengan konsep sederhana dan cita rasa sambal sebagai daya tarik utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....