Pesona Kampung Sunda, Hadirkan Gastronomi Warisan Leluhur di Yogyakarta
- 26 Nov 2025 12:43 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Di tengah hiruk pikuk kota Jogja, ada sebuah tempat yang mengajak pengunjung kembali merasakan suasana pedesaan Sunda. Berlokasi di Jalan Batikan 100, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Pesona Kampung Sunda, Warisan Kuliner Leluhur menghadirkan pengalaman kuliner pedesaan yang memadukan cita rasa kuliner atau gastronomi khas Sunda otentik dengan suasana kampung yang ramah dan hangat.
Setiap pengunjung yang datang akan disapa dengan ucapan selamat datang khas Sunda dari salah satu kru dapur, “Mak, semah mak!” (Bu, tamu bu, red), Teriakan lantang tapi hangat itu dijawab serempak oleh kru dapur lainnya, “Wilujeng sumping” (Selamat datang), di sela-sela iringan instrumen musik khas Sunda yang menenangkan.
Saat memasuki dapur, tampak deretan padi dan jagung kering tergantung memenuhi langit-langit dapur dan hawu, tungku khas ala dapur pedesaan Sunda. Lengkap dengan aroma nasi hangat hasil masak di atas tungku yang turut membangkitkan selera.

Suasana dapur khas pedesaan Sunda lengkap dengan padi kering dan hawu, tungku khas Sunda (Foto:RRI/Euis)
Deretan berbagai lauk dan sayur khas Sunda juga memanjakan mata setiap yang datang. Empal gepuk, sayur asam, dan sayur lodeh menjadi menu andalan yang banyak diminati pengunjung, dan tak jarang habis lebih cepat.

Aneka pilihan lauk kuliner Sunda di Pesona Kampung Sunda yang dihangatkan dadakan sebelum dihidangkan (Foto: RRI/Euis)

Beragam sayur khas Sunda dari Pesona Kampung Sunda (Foto:RRI/Euis)
“Saya suka empal gepuknya, empuk dan gurih, aromanya juga harum bikin makin lapar,” ujar Dewi salah satu pengunjung. Ia sengaja datang dari selatan Yogyakarta agar bisa memesan ikan asin yang disukai mertuanya. Disini ada ikan sepat, jambal dan peda merah, ikan asin tawes juga ada. Papa mertua saya asli Sunda, susah nemu ikan asin yang Sunda banget kalau bukan di resto Sunda,” katanya bercerita.
Layaknya di Jawa Barat, Pesona Kampung Sunda juga menyiapkan teh tawar dalam teko yang dapat direfill berulang sebagai welcome drink. Teh dengan cita rasa sedikit sepet ini bisa dinikmati sambil menunggu makanan dihangatkan sebelum dihidangkan.

Pilihan minuman di Pesona Kampung Sunda (Foto: RRI?/Euis
Selain area outdoor, semi outdoor, dan gazebo, tersedia juga rumah panggung bilik untuk rombongan besar yang suka lesehan dan bersantap lebih akrab. Dilengkapi dengan pemandangan taman, kolam, dan sawah buatan yang menambah asri suasana.

Suasana malam hari di area outdoor bagi yang suka bersantap beratap langit (Foto : RRI/Euis)

Area semi outdoor yang luas di Pesona Kampung Sunda (Foto: RRI/Euis)
/1vijtvt5w97vqko.jpeg)
Gazebo dan taman kolam di Pesona Kampung Sunda (Foto: RRI/Euis)
Uniknya, di antara deretan rumah bilik, ada Warung Someah bagi yang ingin camilan ringan ala Sunda, seperti cuaki, ketan oncom, dan colenak. Warung ini juga menyediakan wedang bajigur dan kopi susu tangkup.

Warung Someah yang menyediakan berbagai camilan hangat made by order (Foto: RRI/Euis)

Rumah bilik panggung yang cocok untuk rombongan dalam jumlah besar (Foto: RRI/Euis)
Pesona Kampung Sunda baru beroperasi selama satu bulanan dan merupakan cabang dari Bandung. “Sebagian karyawan memang asli Sunda, ada yang dari Bandung dan Tasik, kalau saya asli Garut,” ujar Kania, salah satu kru dapur.
Dita, salah satu pelayan dari Tasik, dengan gesit mengantar pengunjung yang pulang setelah bersantap. “Semoga cocok dengan cita rasakan masakan kami, ditunggu kembali ya,” ucapnya, menyapa dengan senyum hangat.
Setiap kunjungan bersantap di tempat ini ditutup dengan teriakan lantang salah satu kru dapur, “Mak, semah mulih Mak” (Bu, tamu pulang Bu!), yang tentunya disahut meriah para kru dapur lainnya dengan ucapan “Hatur nuhun” (terima kasih), menciptakan pengalaman kuliner berkesan yang tak terlupakan. (euis/ros)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....