Soto Garing Klaten Tawarkan Sensasi Soto Tanpa Kuah

  • 15 Nov 2025 19:18 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Klaten: Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner tradisional yang beragam, salah satunya soto. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari soto kuah santan seperti Soto Betawi hingga soto kuah bening seperti Soto Boyolali. Namun, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ada satu varian unik yang berbeda dari biasanya yakni Soto Garing atau Soto Kering.

Sesuai namanya, soto garing disajikan tanpa kuah, namun tetap mempertahankan cita rasa gurih dan nikmat khas soto. Dalam seporsinya, terdapat nasi, mie soun, kol, tauge, irisan daging ayam atau sapi, seledri dan taburan bawang goreng yang menggoda. Tambahkan sambal dan kecap manis, sensasi rasanya pun makin lengkap.

Salah satu penjual soto garing yang cukup populer adalah Warung Soto Mbak Fitri di Dukuh Pokoh, Menden, Kebonarum, Klaten. Dengan harga terjangkau, yakni Rp5.000 untuk soto ayam dan Rp8.000 untuk soto sapi, pelanggan bisa menikmati cita rasa soto khas ini sesuai selera masing-masing.

Fitri, pemilik warung, menceritakan awal mula usahanya dimulai pada tahun 2018.

“Warung ini saya rintis sejak tahun 2018, awalnya cuma jualan kecil-kecilan di depan rumah. Lama-lama banyak yang suka dan akhirnya tetap saya teruskan sampai sekarang,” kata Fitri.

Tak hanya warga sekitar, banyak juga pelanggan dari luar daerah yang penasaran mencoba keunikan soto garing ini. Menurut mereka, sensasi makan soto tanpa kuah tapi tetap kaya rasa menjadi pengalaman tersendiri.

Dian, salah satu pelanggan yang datang dari Yogyakarta, mengaku selalu menyempatkan mampir setiap kali melewati daerah tersebut.

“Awalnya saya penasaran, kok ada soto tapi kering. Ternyata enak banget, gurih dan bumbunya terasa. Sekarang malah jadi langganan,” ujarnya.

Dengan cita rasa yang khas dan konsep penyajian yang berbeda, soto garing menjadi alternatif menarik bagi pecinta kuliner nusantara yang ingin mencoba sensasi baru dari sajian tradisional. Kehadirannya membuktikan bahwa kreativitas kuliner lokal terus berkembang tanpa meninggalkan akar cita rasa Indonesia. (hai/kat)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....