Suara Soundbox Astrapay Jadi Perisai UMKM DIY Dari Tipu-tipu Transaksi Digital
- 09 Mei 2026 23:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Terik matahari di siang itu, Sabtu, 9 Mei 2026 tidak menyurutkan semangat belasan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk lebih menempa diri agar tidak tergilas cepatnya laju digitalisasi ekonomi saat ini.
Pelaku UMKM yang rata-rata merupakan emak-emak ini kurang lebih hampir 6 jam berdiam diri dan rela meninggalkan segala aktivitasnya untuk mengikuti Workshop UMKM. Pelatihan yang digelar PT Astra Digital Arta atau AstraPay di Yogyakarta ini, membahas pengembangan bisnis dan strategi digital marketing.
Salah satu peserta workshop, Istiqomah mengatakan, perkembangan teknologi yang terjadi saat ini sangat memudahkannya. Tetapi diakui pemilik toko kelontong di Maguwoharjo, Sleman ini, kurangnya pengetahuan tentang digitalisasi sehingga dirinya pernah ditipu.
Istiqomah menceritakan, pil pahit yang harus ditelannya dengan adanya pembayaran cashless pernah dirasakan, ketika ada pembeli yang melakukan transaksi.
"Kan kadang ada yang gak jujurnya, bilangnya sudah (bayar), ternyata yang kemarin. Cuman bilang sudah ya bu, tapi gak tahu karena sebelumnya gak ada notifikasinya," katanya, menceritakan.
Literasi Digital Membawa Perubahan
Pengalaman ini menjadi pelecut untuk lebih mengenal layanan digital agar tidak tertipu lagi. Istiqomah mengungkapkan, ketika hadir layanan yang diberikan AstraPay melalui perangkat soundbox AstraPay, dirinya langsung antusias.
Pasalnya, perangkat ini bisa mendeteksi ketika adanya transaksi melalui suara yang dikeluarkan. Sehingga lanjut Istiqomah, setiap transaksi bisa diketahui dan ada rasa aman.
"Dengan perangkat ini alhamdulillah, kalau uang masuk langsung terdeteksi uang masuknya berapa," ucapnya.
Kemudahan dan keamanan dalam setiap transaksi semakin memantapkan Istiqomah, bahwa literasi atau pengetahuan tentang teknologi sangat berarti bagi UMKM. Melalui suara yang dihasilkan dari perangkat yang dihadirkan AstraPay, kini dirinya tidak perlu repot, ketika ada transaksi secara digital dari beragam platform pembayaran.
"Kalau sekarang kan bunyi, nominalnya juga keluar di layar. Setelah itu kita juga bisa cek di aplikasi," ujarnya.
Sektor UMKM memiliki peranan penting bahkan menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia hal ini terlihat dari kontribusinya yang mencapai 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Bahkan mampu menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional.
Jumlah UMKM di Indonesia pun, tercatat mencapai lebih dari 64 juta unit usaha dan menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Bank Indonesia mencatat hingga 2025, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 57 juta pengguna dan menjangkau lebih dari 39 juta merchant, di mana mayoritas merupakan pelaku UMKM.
Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Yunia Arthandany mengatakan, perkembangan transaksi digital terutama pengguna QRIS di DIY cukup besar, tercatat hingga tahun 2026 ini sudah ada lebih dari satu pengguna. Kondisi ini didukung dengan data kependudukan Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini didominasi kelompok millenial dan kelompok Gen Z yang lebih melek terhadap digital.
Edukasi lanjut Yunia, menjadi hal terpenting bagi para UMKM sebagai bagian dalam upaya memberikan perlindungan, disamping penguatan layanan dan memperkuat jaringan. Karena diakui, UMKM bersentuhan langsung dengan masyarakat termasuk dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
"Kalau dari sisi nominal itu tumbuhnya (melalui QRIS) 57 persen year on year dan secara volume tumbuh hingga 60 persen year on year," ucapnya, menjelaskan.
Di usia ke 6 tahun ini, Yunia juga mengapresiasi AstraPay atas perannya dalam meningkatkan literasi digital UMKM. Melalui dukungan kampanye ini diharapkan UMKM semakin melek digital dan kasus penipuan transaksi digital dapat dicegah.
Memahami Pentingnya Kontribusi UMKM bagi Perekonomian Indonesia
Transformasi digital memiliki peluang sekaligus tantangan bagi UMKM Indonesia, karena pemerintah bersama regulator dan pelaku industri terus mendorong percepatan digitalisasi usaha melalui penguatan sistem pembayaran digital dan inklusi keuangan.
Namun, tantangan pemerataan akses, penggunaan aktif layanan digital, hingga literasi keuangan masyarakat masih menjadi fokus penting dalam agenda ekonomi digital nasional. Perkembangan transaksi digital nasional sendiri menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Momentum Hari Ulang Tahun ke-6 AstraPay menjadi refleksi sekaligus langkah strategis perusahaan dalam memperluas kontribusinya terhadap penguatan ekonomi digital nasional.
Chief Product Officer AstraPay, Arthur Purnama menyampaikan, hingga saat ini AstraPay telah melayani lebih dari 17,5 juta pengguna dengan Number of Transactions (NoT) mencapai lebih dari 90 juta transaksi per tahun. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan serta relevansi AstraPay dalam mendukung kebutuhan transaksi digital masyarakat melalui ekosistem yang terintegrasi dengan berbagai lini bisnis Astra maupun mitra strategis lainnya.
Arthur mengungkapkan, pertumbuhan industri digital perlu diiringi dengan pembangunan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. Di DIY memiliki potensi besar dalam perkembangan transaksi digital, hal ini sejalan dengan DIY sebagai kota wisata dan kota pelajar.
"Digitalisasi tidak hanya berbicara mengenai transaksi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu masyarakat dan UMKM berkembang secara berkelanjutan. AstraPay ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami lakukan juga sejalan dengan upaya memperluas akses keuangan digital, meningkatkan literasi, dan memperkuat daya saing UMKM Indonesia,” ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang tersebut, AstraPay secara rutin menghadirkan berbagai program edukasi dan pemberdayaan UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut mencakup pelatihan digital marketing, pengelolaan bisnis, edukasi transaksi digital, hingga penguatan literasi keuangan bagi pelaku usaha.
Selain itu, AstraPay juga menghadirkan dukungan akses pembiayaan usaha melalui kolaborasi bersama FIFGROUP, serta pengembangan dashboard keuangan bisnis yang dirancang untuk membantu UMKM memantau dan mengelola transaksi mereka secara lebih mudah dan efisien. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-6 AstraPay bertajuk Semesta Berpesta yang diselenggarakan di enam kota di Indonesia, yakni Bali, Yogyakarta, Malang, Makassar, Bandung, dan Jakarta.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, AstraPay mengakuisisi lebih dari 100 UMKM daerah dan menghadirkan berbagai program aktivasi yang mendekatkan layanan digital kepada masyarakat, mulai dari tiket masuk Rp1, promo transaksi digital, hingga berbagai merchandise menarik bagi pengguna.
Tidak hanya itu, AstraPay juga kembali menghadirkan Anugerah Jurnalistik AstraPay (AJA) yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Berbeda dari tahun sebelumnya, kompetisi kali ini turut melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya memperluas literasi dan narasi positif mengenai transformasi digital di Indonesia.
Selain AJA, AstraPay juga menyelenggarakan Hackathon AstraPay yang melibatkan mahasiswa serta praktisi teknologi informasi dengan tema “Product Innovation Integrated with AstraPay.” Kompetisi ini menjadi wadah kolaborasi inovasi digital untuk menghadirkan solusi pembayaran dan layanan keuangan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Total hadiah yang disiapkan dalam rangkaian kompetisi tersebut mencapai lebih dari Rp20 juta.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-6, AstraPay juga menyelenggarakan kegiatan Media & UMKM Gathering yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Bank Indonesia, jajaran direksi AstraPay, pelaku UMKM, hingga jurnalis nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....