Kasus Antraks Semanu Gunungkidul Muncul Lagi Pakar UGM Buka Suara
- 05 Okt 2026 17:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Munculnya kembali kasus antraks di Semanu, Gunungkidul menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia ini masih perlu diwaspadai.
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) sekaligus Tim Halal Centre UGM Nanung Danar Dono, Ph.D. mengatakan antraks merupakan penyakit berbahaya yang dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.
"Antraks itu penyakit zoonosis, menular dari hewan ke manusia. Jika tertular dan tidak segera diobati, risikonya adalah kematian," katanya, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurutnya, Gunungkidul, termasuk Semanu, memiliki riwayat sebagai wilayah endemis antraks. Kemunculan kasus secara berulang menunjukkan pentingnya penanganan yang tuntas serta kewaspadaan masyarakat.
Salah satu hal yang harus menjadi perhatian adalah larangan menyembelih ternak yang sakit atau mati mendadak, terutama jika dicurigai terjangkit antraks. Bakteri Bacillus anthracis dapat membentuk spora yang mampu bertahan lama di lingkungan dan berpotensi menyebar.
Oleh karena itu, ternak yang dicurigai terkena antraks tidak boleh dikonsumsi dagingnya. Masyarakat juga diminta tidak memindahkan atau menangani bangkai secara sembarangan, melainkan segera melaporkannya kepada petugas berwenang agar dapat ditangani sesuai prosedur.
"Jangan pernah berpikir eman-eman kalau harus dibuang. Daging bangkai yang mengandung antraks harus dimusnahkan, bukan dimasukkan ke tubuh kita," ujarnya.
Nanung menjelaskan, penularan antraks pada manusia dapat terjadi melalui spora yang tertelan, terhirup, maupun melalui kontak dengan kulit. Sementara pada ternak, salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah kematian mendadak yang dapat disertai demam tinggi dan hilangnya nafsu makan.
Kasus antraks, menurut Nanung, tidak hanya menjadi persoalan kesehatan hewan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kewaspadaan peternak dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan.
"Racun itu untuk dimusnahkan, bukan untuk dimasukkan ke tubuh kita," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....