Mengenal Binge Eating Disorder (BED): Bukan Sekadar Makan Berlebihan
- 30 Sep 2026 20:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Binge Eating Disorder (BED) merupakan penyimpangan perilaku makan, di mana penderitanya sering makan dalam jumlah yang sangat banyak dan sulit menahan dorongan untuk makan. BED berpotensi besar menimbulkan penyakit serius, seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, bahkan penyakit jantung.
Melalui kanal YouTube-nya, dr Saddam Ismail menjelaskan bahwa BED adalah jenis gangguan makan yang ditandai oleh episode makan dalam jumlah sangat besar dalam periode waktu singkat dan disertai perasaan kehilangan kendali sepenuhnya saat makan berlangsung. Kondisi ini berbeda dari sekadar makan banyak dalam satu kesempatan karena melibatkan dimensi psikologis yang sangat kuat di baliknya.
Ada empat poin utama yang membedakan BED dari kebiasaan makan biasa. Pertama, penderita makan dalam jumlah besar secara tidak terkontrol dengan perasaan tidak bisa berhenti meskipun sudah kenyang. Kedua, kondisi ini tidak hanya terjadi sekali, melainkan berulang kali dalam frekuensi yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Ketiga, setiap episode selalu diikuti oleh perasaan negatif yang sangat kuat seperti rasa bersalah, malu, jijik, depresi, atau bahkan putus asa. Keempat, tidak ada perilaku kompensasi setelahnya. Inilah yang membedakan BED dari bulimia nervosa, karena penderita BED tidak memuntahkan makanan, tidak mengonsumsi obat pencahar, maupun tidak berolahraga secara berlebihan setelah episode makan besar.
Banyak penderita BED yang menyembunyikan kebiasaan ini karena rasa malu sehingga kondisi mereka sulit terdeteksi oleh orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, gangguan ini sering dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat.
Saddam menegaskan bahwa BED bukan cerminan lemahnya kontrol diri atau sekadar kegemaran makan yang berlebihan. Ini adalah gangguan mental dengan dampak besar pada kesehatan fisik maupun mental penderitanya, dan justru karena itulah kondisi ini memerlukan perhatian serta penanganan yang tepat.
Kabar baiknya, BED adalah kondisi yang dapat diobati dan gejalanya bisa dikelola secara efektif dengan bantuan profesional. Langkah pertama yang paling penting adalah keberanian untuk tidak memendam kondisi ini sendirian dan segera mencari pertolongan dari dokter atau psikiater.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....