Nasi Dingin Disebut Bantu Kendalikan Gula Darah

  • 17 Sep 2026 09:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Selama ini nasi panas yang baru matang kerap dianggap lebih nikmat untuk disantap. Namun, cara mengolah, menyimpan, dan menyajikan nasi ternyata dapat memengaruhi karakter pati di dalamnya. Nasi yang telah dimasak kemudian didinginkan mengalami perubahan struktur pati yang berpotensi memengaruhi proses pencernaan karbohidrat di dalam tubuh.

Proses pendinginan nasi dapat meningkatkan kandungan pati resisten, yakni jenis pati yang lebih sulit dicerna dibandingkan pati biasa. Karena tidak seluruhnya cepat dipecah menjadi glukosa, pati resisten dapat membuat proses pencernaan karbohidrat berlangsung lebih lambat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan nasi yang telah didinginkan kerap dibahas dalam konteks pengaturan gula darah.

Ketika proses pemecahan pati menjadi glukosa berlangsung lebih lambat, kenaikan kadar gula darah setelah makan berpotensi menjadi lebih terkendali. Selain itu, makanan yang mengandung pati resisten juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Meski demikian, respons tubuh terhadap makanan tetap dapat berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh keseluruhan komposisi makanan.

Dokter Metta menjelaskan, peningkatan pati resisten pada nasi yang didinginkan dapat membuat karbohidrat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. "Nasi yang sudah didinginkan akan membentuk kandungan pati resisten yang lebih tinggi. Kalau pati resistennya tinggi, akhirnya untuk dipecah menjadi glukosa akan susah oleh tubuh dan butuh waktu yang lebih panjang," kata dr. Metta.

Menurut dr. Metta, karakter tersebut membuat nasi yang telah didinginkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang yang sedang memperhatikan berat badan maupun kadar gula darah. Ia juga menyebut makanan dengan kandungan pati resisten dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. "Kontrol gula darahnya lebih baik karena gula darahnya lebih stabil. Jadi nasi yang sudah didinginkan cocok banget buat kamu yang lagi kontrol berat badan dan setelah makan tidak cepat lapar lagi, serta cocok untuk kondisi prediabetes ataupun diabetes," ujarnya.

Hal senada disampaikan dr. Tirta yang menyebut konsumsi nasi yang telah didinginkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam mengatur asupan karbohidrat. "Banyak dokter penyakit dalam menyarankan lebih baik untuk makan nasi dingin yang lebih lambat mengandung glukosa," ujar dr. Tirta. Meski demikian, pernyataan tersebut tidak berarti nasi panas harus sepenuhnya dihindari dalam pola makan sehari-hari.

Pengaturan porsi, jenis lauk dan sayuran yang dikonsumsi bersama nasi, serta pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan metabolik. Bagi masyarakat yang sedang mengontrol berat badan atau kadar gula darah, nasi yang telah didinginkan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif, tetapi bukan pengganti pengaturan pola makan secara menyeluruh. Khusus bagi penderita diabetes, pilihan makanan dan jumlah karbohidrat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing serta rekomendasi tenaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....