Dampak Buruk Sering Menahan Kencing ke Kesehatan Ginjal

  • 17 Sep 2026 11:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menahan buang air kecil terlalu lama kerap dianggap sebagai hal sepele, terutama ketika seseorang sedang sibuk, dalam perjalanan, atau kesulitan menemukan toilet. Namun, jika dilakukan berulang kali, kebiasaan tersebut dapat mengganggu kesehatan saluran kemih dan dalam kondisi tertentu berisiko memengaruhi fungsi ginjal.

Saat buang air kecil ditahan, urin akan berada lebih lama di dalam kandung kemih. Kondisi ini membuat zat-zat sisa dalam urin menjadi lebih terkonsentrasi. Dalam keadaan tertentu, zat tersebut dapat membentuk kristal yang kemudian berkembang menjadi batu saluran kemih atau batu ginjal.

Selain meningkatkan risiko terbentuknya batu, menahan kencing juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Urin yang tertahan terlalu lama dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan bakteri berkembang biak. Infeksi yang tidak ditangani dengan baik berpotensi menyebar ke bagian saluran kemih yang lebih tinggi.

Dokter Nila Farahdiba mengatakan kebiasaan tersebut tidak sebaiknya dianggap remeh karena dapat menimbulkan komplikasi pada saluran kemih dan ginjal. “Infeksi saluran kencing karena urin yang menumpuk biasanya jadi tempat bakteri berkembang dan menyebabkan infeksi kemudian hidronefrosis, bahkan menyebabkan ginjal menjadi membengkak,” katanya.

Hidronefrosis merupakan kondisi ketika ginjal mengalami pembengkakan akibat aliran urin yang terhambat. Jika hambatan berlangsung dalam waktu lama, tekanan di dalam sistem pengaliran urin dapat meningkat dan berpotensi mengganggu fungsi ginjal. Kondisi yang semakin berat dan tidak mendapatkan penanganan dapat menimbulkan komplikasi serius.

Karena itu, masyarakat dianjurkan tidak membiasakan diri menahan buang air kecil dalam waktu lama. Sinyal tubuh untuk segera buang air kecil sebaiknya tidak terus-menerus diabaikan, terutama jika kebutuhan tersebut sudah terasa kuat. “Jangan menjadikan menahan kencing sebagai kebiasaan, karena saluran kemih juga membutuhkan pola pengosongan yang baik,” ucap dr. Nila.

Menjaga kesehatan saluran kemih dapat dilakukan melalui langkah sederhana, seperti mencukupi kebutuhan cairan, tidak menunda buang air kecil terlalu lama, serta menjaga kebersihan area genital. Jika muncul keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, frekuensi kencing meningkat, urin berdarah, demam, atau nyeri di bagian pinggang, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....