Hari Kesehatan Jiwa 2026, Jogja Jadi Tuan Rumah 'Tata Hati Indonesia' di GSP UGM

  • 10 Sep 2026 12:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menyambut peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (World Mental Health Day) pada 10 Oktober 2026 mendatang, Yogyakarta resmi ditunjuk sebagai tuan rumah ajang "Tata Hati Indonesia". Gelaran talkshow interaktif dan meditasi publik gratis ini digagas oleh Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mengusung tema "Menata Batin, Mengurai Beban", acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB di Gedung Grha Sabha Pramana UGM. Kegiatan akan digelar secara hybrid dengan target 3.000 peserta hadir secara langsung dan 2.000 peserta bergabung secara daring.

Di tengah maraknya fenomena healing dan self-care di kalangan anak muda serta pekerja urban, Tata Hati Indonesia hadir menawarkan ruang refleksi batin yang substantif. Pendiri YCCK sekaligus pencipta metode SOUL, Bunda Arsaningsih menegaskan, bahwa kesehatan mental tidak bisa diselesaikan hanya dengan tren sesaat.

"Kesehatan mental bukan soal healing sesaat, tapi soal kemampuan seseorang menata hatinya sendiri, setiap hari. Yogyakarta punya modal budaya yang sangat kuat untuk itu, mulat sarira, sangkan paraning dumadi, nilai-nilai lokal yang sebenarnya sudah lama mengajarkan kita cara pulang ke diri sendiri," katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.

Bunda Arsaningsih menyebutkan, Tata Hati Indonesia di Yogyakarta akan berlangsung dalam dua sesi utama yakni, temu wicara interaktif di mana peserta dipilih secara acak untuk berbagi cerita dan mendapatkan solusi langsung atas persoalan batin yang dihadapi, dipandu olehnya. Sementara sesi kedua adalah Meditasi SOUL Reflection, sesi meditasi bersama untuk membersihkan bebanemosi negatif, menumbuhkan afirmasi positif, dan memulai langkah hidup yang lebih sehat secara mental.

"Sasaran peserta mencakup mahasiswa, civitas akademika, komunitas budaya, profesional muda, keluarga, hingga masyarakat umum yang membutuhkan ruang aman untuk memahami kondisi batin, pikiran, dan emosinya di tengah tekanan hidup modern," ucapnya.

Program Tata Hati bukan hal baru, sepanjang perjalanannya, roadshow ini telah digelar di berbagai kota dan negara — mulai dari Solo, Paris, Italia, Brussels, Belanda, KBRI Den Haag, Wellington (New Zealand), hingga Melbourne — dengan jumlah peserta yang terus bertambah di setiap penyelenggaraan, bahkan mencatatkan rekor MURI untuk sesi meditasi ibu hamil terbanyak di Bali. Yogyakarta menjadi titik penting berikutnya, mempertemukan nalar akademik UGM dengan kebutuhan pemulihan spiritual masyarakat urban Indonesia.

"Masyarakat yang ingin mengikuti Tata Hati Indonesia — Yogyakarta dapat mendaftar melalui tatahati.org. Acara ini gratis, terbuka untuk umum, dan berjalan atas dasar donasi sukarela dari peserta maupun dukungan mitra kolaborasi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....