Perut Mulas tapi Tidak BAB? Kenali Empat Penyebab yang Sering Terlewat

  • 31 Agt 2026 22:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pernahkah kamu merasakan perut mendadak melilit hebat seolah ingin buang air besar, namun setelah berlama-lama di toilet tidak ada yang keluar. Kondisi ini ternyata bukan sekadar masuk angin biasa. Melalui kanal YouTube-nya, dr Saddam Ismail menjelaskan bahwa kondisi tersebut adalah sinyal penting dari usus yang tidak boleh dianggap remeh.

Ia menggambarkan sistem saraf di usus seperti alarm keamanan di dalam rumah. Alarm ini bertugas memberikan sinyal rasa mulas ketika ada kotoran yang siap dikeluarkan, namun pada kondisi tertentu alarm tersebut bisa berbunyi akibat pemicu lain meskipun tidak ada kotoran yang perlu dibuang.

Penyebab pertama adalah tumpukan gas atau angin yang terjebak di dalam usus. Kondisi ini kerap terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan bergas atau kebiasaan telat makan, sehingga udara menumpuk di lorong usus dan menekan dinding usus dari dalam sehingga memicu rasa mulas yang terasa seperti dorongan ingin buang air besar.

Penyebab kedua adalah spasme atau kejang pada otot dinding usus. Sama seperti otot betis yang bisa tiba-tiba keram, otot usus pun dapat meremas kuat secara tidak beraturan meski tidak ada sisa makanan yang perlu didorong keluar, dan gerakan meremas inilah yang diterjemahkan otak sebagai rasa mulas hebat.

Penyebab ketiga adalah kotoran keras yang tersangkut di bagian atas saluran usus. Meski usus bagian bawah terus meremas dan mengirim sinyal mulas agar kotoran keluar, kotoran yang sudah mengeras seperti batu tidak bisa bergerak, sehingga saat ke toilet pun tidak ada yang bisa dikeluarkan.

Penyebab keempat sekaligus yang paling perlu diwaspadai adalah gejala awal radang usus buntu. Pada tahap awal peradangan, rasa tidak nyaman di area sekitar pusar kerap terasa mirip seperti dorongan ingin buang air besar, sehingga banyak orang yang keliru mengira kondisi ini sebagai gangguan pencernaan biasa.

dr. Saddam menegaskan bahwa memahami perbedaan keempat penyebab ini sangat penting agar masyarakat tidak salah dalam mengambil langkah penanganan. Kondisi yang terasa serupa di permukaan bisa memiliki akar masalah yang sangat berbeda dan memerlukan penanganan yang berbeda pula.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....