Bahaya Memanaskan Kembali Makanan Sisa Bagi Kesehatan Tubuh

  • 25 Agt 2026 20:16 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA — Memanaskan makanan masih menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia untuk menghemat biaya dan mencegah makanan terbuang. Namun, proses pemanasan ulang dapat menghilangkan nutrisi penting hingga memicu munculnya zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali meliputi:

  • Nasi: Mengandung spora bakteri Bacillus cereus yang tahan panas. Jika nasi dibiarkan di suhu ruang lalu dipanaskan kembali, bakteri ini dapat berkembang biak dan memicu racun penyebab diare serta muntah.
  • Daging Olahan: Sosis, kornet, dan daging asap tinggi kandungan natrium nitrit. Pemanasan kembali dapat mengubah senyawa ini menjadi nitrosamin yang bersifat karsinogenik dan memicu timbulnya sel kanker.
  • Minyak Goreng: Penggunaan minyak jelantah secara berulang memicu pembentukan senyawa radikal bebas seperti aldehida dan 4-hydroxy-trans-2-nonenal (HNE) yang meningkatkan risiko penyakit jantung serta kanker.
  • Makanan yang Digoreng: Menggoreng ulang makanan yang sudah matang akan meningkatkan kadar penyerapan lemak jenuh serta memicu kolesterol tinggi dan obesitas.
  • Sayuran Tinggi Nitrat: Bayam, seledri, lobak, selada, bit, dan wortel kaya akan kandungan nitrat. Jika dipanaskan berulang, nitrat berubah menjadi nitrit dan nitrosamin yang membahayakan fungsi darah serta organ tubuh.

Bahaya memanaskan makanan sisa yang disimpan terlalu lama di dalam maupun luar lemari es juga berkaitan erat dengan kontaminasi mikroba. Selain menghilangkan kadar vitamin dan nutrisi, konsumsi makanan yang disimpan lebih dari tiga hari sangat tidak dianjurkan demi menjaga kesehatan keluarga di Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....