Pentingnya Mengenalkan Kesehatan Reproduksi pada Remaja

  • 24 Agt 2026 15:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta- Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Hal tersebut ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi secara maksimal. Indana Lasulfa, pegiat kesehatan reproduksi, menyampaikan adanya ketimpangan antara kebutuhan informasi remaja dengan keterbukaan orang tua.

“Hal tersebut memicu timbulnya masalah. Sehingga pengetahuan kesehatan reproduksi diberikan sejak dini,” katanya Senin, 24 Agustus 2026. Indana menyampaikannya dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Pro 1 Jogja. Program acara setiap hari Senin, pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Menurutnya peran orang tua yang paling utama saat memberi informasi kesehatan reproduksi. “Karena keluarga yang paling dekat dengan anak,” ujarnya. Sementara pihak lain termasuk gawai tidak mempunyai nilai afeksi atau kasih sayang saat memberikan informasi.

Lebih lanjut Indana mengatakan menjadi orang tua harus pro aktif dan mempunyai jiwa untuk banyak mencari tahu. “Tidak ada patokan anak perempuan dengan ibu, anak laki-laki dengan bapak. Senyamannya anak bercerita,” ucapnya. Apalagi menurutnya saat mendapatkan tanda pubertas pertama kali, anak-anak merasa galau.

Mengutip laman ayo sehat dari Kemenkes RI, pada masa remaja, perubahan fisik, psikis dan emosi terjadi. Hal ini mengingat remaja sedang mengalami masa pubertas. Beberapa hal harus diketahui terutama berkaitan dengan alat reproduksi.

Perubahan pada masa pubertas membuat remaja ekspresif dan mengeksplorasi perilaku seksual. Pengetahuan dan persepsi salah tentang kesehatan reproduksi, membuat remaja lebih beresiko terhadap kesehatan reproduksinya. Peran keluarga penting mendampingi remaja dalam mencari dan menemukan informasi kesehatan reproduksi.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk menjaga organ reproduksi remaja. Seperti pakaian dalam yang diganti minimal dua kali dalam sehari. Bagi remaja perempuan, membersihkan alat kelamin setelah buang air kecil. Dilakukan dari arah depan menuju belakang. Tujuannya kuman di anus tidak masuk ke dalam organ reproduksi.

Sementara remaja laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat. Tujuannya mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....