Terlalu Sering Ngopi dan Ngeteh, Waspadai Dampaknya pada Gigi

  • 20 Agt 2026 20:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Kebiasaan minum kopi dan teh telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari sebagian masyarakat, baik untuk menemani pagi maupun saat bersantai. Namun, di balik sensasi segar dan nikmatnya, konsumsi kedua minuman tersebut secara berlebihan dapat memberikan dampak terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Hal tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam program Jaga Malam - Jangan Galau Malam-Malam bertajuk “Komunitalks” yang disiarkan PRO 2 RRI Jogja 102,5 FM, Jumat 14 Agustus 2026. Dalam siaran yang berlangsung pukul 20.30-21.00 WIB tersebut, drg Erla Asmalasari, dokter gigi, membahas dampak kebiasaan ngopi dan ngeteh terhadap kesehatan gigi.

Menurut Erla, salah satu dampak yang paling mudah terlihat dari kebiasaan mengonsumsi kopi dan teh adalah perubahan warna gigi. Kandungan tanin dan kromogen pada kedua minuman tersebut dapat menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan gigi tampak lebih kuning, kusam, atau muncul noda kecokelatan apabila dikonsumsi secara rutin. “Tanin dan senyawa pewarna dalam kopi maupun teh dapat menempel pada permukaan gigi. Jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi perawatan gigi yang baik, perubahan warna gigi akan semakin terlihat,” ujarnya.

Selain menyebabkan perubahan warna, sifat asam pada kopi dan beberapa jenis teh juga dapat berkontribusi terhadap erosi enamel. Lapisan enamel merupakan pelindung terluar gigi yang dapat mengalami pengikisan apabila terlalu sering terpapar zat asam, sehingga gigi menjadi lebih sensitif dan mudah terasa ngilu.

Risiko kerusakan gigi juga dapat meningkat ketika kopi atau teh dikonsumsi dengan tambahan gula maupun kental manis secara berlebihan. Sisa gula yang tertinggal di dalam mulut dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri, yang kemudian menghasilkan asam dan meningkatkan risiko terbentuknya karies atau gigi berlubang. “Kebiasaan minum kopi dan teh sebenarnya tetap dapat dilakukan, tetapi perlu memperhatikan jumlah konsumsi dan cara menjaganya. Penggunaan gula yang berlebihan sebaiknya dikurangi dan kebersihan gigi harus tetap dijaga,” ucapnya.

Kafein dalam kopi juga dapat berkontribusi terhadap kondisi mulut kering pada sebagian orang. Berkurangnya produksi air liur dapat membuat mulut terasa kurang nyaman dan mengurangi fungsi alami air liur dalam membantu membersihkan sisa makanan serta menjaga keseimbangan lingkungan di dalam mulut.

Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat dapat membiasakan minum air putih atau berkumur setelah mengonsumsi kopi dan teh. Penggunaan sedotan juga dapat membantu mengurangi kontak langsung minuman dengan permukaan gigi, sementara pemeriksaan rutin ke dokter gigi diperlukan untuk mendeteksi masalah sejak dini sekaligus melakukan pembersihan karang gigi atau noda bila diperlukan.

Melalui program Jaga Malam yang dapat didengarkan melalui 102,5 FM PRO 2 Jogja, RRI Digital, serta kanal YouTube RRI Jogja Official, edukasi mengenai kesehatan gigi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Kebiasaan menikmati kopi dan teh tetap dapat dilakukan secara bijak dengan membatasi gula, menjaga kebersihan mulut, mengonsumsi air putih, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi, katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....