Dosen Sanata Dharma: Ketergantungan Mesin Pencari Picu Efek Google

  • 18 Agt 2026 14:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Efek Google (Google effect) menjadi salah satu fenomena kecenderungan masyarakat di era serba digital. Kondisi ini lahir akibat ketergantungan yang tinggi pada mesin pencari hingga berpotensi menurunkan kemampuan memori otak seseorang.

Dosen Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Ernest Justin mengatakan Google effect ditandai dengan kecenderungan seseorang melupakan informasi karena menganggap data tersebut dapat ditemukan kembali dengan mudah secara daring.

“Sebenarnya istilah Google effect dalam dunia psikologi sudah ada sejak 2013 dan bukan fenomena baru. Penelitian menunjukkan bahwa internet menjadi pengingat eksternal yang membuat manusia tidak lagi menggunakan fungsi otaknya secara maksimal,” katanya saat menjadi narasumber di RRI Yogyakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ernest menjelaskan, ketika seseorang menggantungkan pencarian informasi sepenuhnya pada mesin pencari, orang tersebut cenderung mengandalkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tanpa melatih fungsi otaknya secara mandiri.

“Ketika seseorang hanya menggantungkan diri pada mesin pencari lewat internet, berarti dia tidak lagi secara aktif memanfaatkan fungsi otaknya. Akibatnya, kemampuan mencari, memikirkan, hingga menganalisis informasi secara perlahan akan berkurang,” ujarnya.

Untuk mencegah penurunan fungsi memori akibat ketergantungan teknologi, masyarakat diimbau tetap aktif mengasah otak. Langkah pencegahan dapat dilakukan melalui aktivitas fisik dan mental, seperti membaca buku, mengisi teka-teki silang, serta bermain permainan ketangkasan otak.

Peran lingkungan keluarga juga dinilai penting untuk memberikan pemahaman bahwa teknologi boleh dimanfaatkan, tetapi kemampuan berpikir dan daya ingat manusia harus tetap dilatih secara konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....