Ini Lima Manfaat Bawang Bombay yang Jarang Diketahui Publik
- 16 Agt 2026 15:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bawang bombay selama ini lebih dikenal sebagai salah satu bumbu masakan yang memberikan rasa manis gurih dan aroma khas. Namun, bahan pangan yang umum digunakan dalam berbagai hidangan tersebut juga mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid quercetin dan senyawa organosulfur, yang banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan tubuh.
Indah menyebut terdapat lima manfaat bawang bombay yang masih jarang diketahui masyarakat. Menurutnya, kandungan senyawa sulfur dan antioksidan menjadi salah satu komponen yang membuat bawang bombay menarik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
“Lima manfaat bawang bombay yang jarang orang tahu. Selama ini bawang bombay cuma dianggap bumbu masak. Di balik rasanya yang manis gurih, ada banyak manfaat kesehatan yang sering tidak kita sadari,” katanya.
Manfaat pertama yang disebutkan berkaitan dengan senyawa sulfur yang terdapat dalam bawang bombay. Senyawa tersebut telah banyak dikaji karena aktivitas biologisnya, termasuk kaitannya dengan fungsi pembuluh darah.
Sejumlah penelitian mengenai komponen bawang juga menunjukkan adanya potensi aktivitas terhadap sistem kardiovaskular, meskipun manfaat klinisnya pada manusia masih perlu terus diteliti.
Manfaat kedua berkaitan dengan penggumpalan darah. Indah menyebut kandungan quercetin dalam bawang bombay memiliki aktivitas yang berpotensi memengaruhi agregasi trombosit.
Beberapa penelitian menemukan efek tersebut dalam kondisi laboratorium dan sejumlah studi pada manusia juga menunjukkan adanya pengaruh terhadap aktivitas trombosit, tetapi bukti tersebut belum cukup untuk menjadikan bawang bombay sebagai pengganti obat pengencer darah.
“Yang pertama, senyawa sulfur bantu rilekskan pembuluh darah. Yang kedua, cegah penggumpalan darah, mengandung quercetin yang bersifat antikoagulan alami,” ujarnya.
Manfaat ketiga adalah mendukung sistem pertahanan tubuh melalui kandungan antioksidannya. Senyawa antioksidan membantu melindungi sel dari proses oksidatif yang melibatkan radikal bebas.
Selain itu, kandungan flavonoid pada kelompok tanaman Allium, termasuk bawang, telah banyak dikaji terkait berbagai aktivitas biologis yang berhubungan dengan kesehatan.
Selanjutnya, bawang bombay juga dikaitkan dengan kesehatan jantung karena kandungan flavonoid dan senyawa organosulfurnya. Sejumlah kajian menunjukkan konsumsi makanan kaya flavonoid berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular, antara lain melalui mekanisme yang berhubungan dengan fungsi pembuluh darah, agregasi trombosit, dan stres oksidatif.
Namun, hasil penelitian tidak berarti bawang bombay secara langsung dapat mencegah atau mengobati penyakit jantung. “Ketiga, perkuat imun tubuh, antioksidan lawan infeksi ringan. Empat, sehatkan jantung. Kelima, lawan radikal bebas,” kata Indah.
Meski memiliki kandungan yang berpotensi mendukung kesehatan, bawang bombay tetap merupakan bagian dari makanan dan bukan pengganti obat maupun terapi medis. Konsumsinya dapat ditempatkan sebagai bagian dari pola makan beragam dan bergizi seimbang.
Bagi orang yang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki kondisi medis tertentu, konsumsi dalam jumlah besar atau penggunaan ekstrak quercetin sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan karena terdapat bukti bahwa quercetin dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....