Cara Memasak Brokoli Agar Nutrisi dan Antioksidan Tetap Terjaga

  • 10 Agt 2026 08:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Brokoli merupakan salah satu sayuran yang dikenal kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Namun, cara mengolahnya menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kandungan nutrisi di dalamnya. Pemilihan metode memasak yang tepat dinilai dapat membantu mempertahankan berbagai zat gizi sehingga manfaat brokoli bagi tubuh tetap optimal.

Dalam sebuah konten edukasi kesehatan, Edukator Kesehatan Tria Angtia menjelaskan bahwa merebus brokoli terlalu lama berpotensi membuat sebagian nutrisi larut ke dalam air rebusan. Kondisi tersebut terutama dapat terjadi pada vitamin yang mudah larut dalam air, seperti vitamin C dan folat. Karena itu, masyarakat disarankan memperhatikan durasi serta metode pengolahan sebelum mengonsumsi brokoli.

Menurut Tria, metode mengukus dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan merebus brokoli dalam waktu lama. Proses pengukusan membuat brokoli tidak bersentuhan langsung dengan air dalam jumlah banyak sehingga sejumlah kandungan gizinya lebih berpeluang tetap terjaga.

“Kalau direbus, vitamin C dan folat brokoli bisa larut ke dalam air, bahkan bisa hilang sampai 50 persen kalau terlalu lama. Kalau dikukus, gizinya lebih terjaga, terutama antioksidan yang membantu melawan kanker,” katanya.

Selain kandungan nutrisi, perbedaan metode memasak juga terlihat dari warna, rasa, dan tekstur brokoli. Brokoli yang dikukus cenderung mempertahankan warna hijau yang lebih pekat, sementara teksturnya tetap renyah dan rasa manis alaminya lebih terasa. Sebaliknya, brokoli yang direbus terlalu lama dapat berubah menjadi lebih lunak serta mengalami perubahan warna dan cita rasa.

Tria menyebut karakteristik tersebut dapat menjadi pertimbangan masyarakat ketika memilih metode memasak brokoli. Menurutnya, proses pengolahan yang sederhana dengan durasi tepat dapat membantu mempertahankan kualitas sayuran sekaligus membuatnya lebih nikmat dikonsumsi.

“Brokoli kukus warnanya hijau tua, rasanya lebih manis, dan lebih crunchy. Kalau brokoli rebus, warnanya lebih hijau terang, rasa khas brokoli hilang, dan teksturnya jadi lebih lembut,” ujarnya.

Mengukus brokoli selama beberapa menit hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan. Metode tersebut memungkinkan brokoli matang tanpa terendam langsung dalam air, sehingga vitamin yang larut dalam air dan sejumlah senyawa penting lainnya lebih terjaga. Meski demikian, durasi memasak tetap perlu diperhatikan agar brokoli tidak terlalu matang dan kehilangan tekstur alaminya.

Dengan demikian, cara memasak menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan kualitas gizi brokoli. Bagi masyarakat yang ingin menikmati brokoli dengan tekstur renyah, warna pekat, serta rasa alami yang terjaga, metode mengukus dapat menjadi pilihan praktis. Prinsipnya, semakin tepat metode dan durasi memasak, semakin besar peluang kandungan gizi brokoli tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....