Buah Mundu Legendaris Kembali Dikenalkan lewat Rasa Khas Alami
- 06 Agt 2026 23:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Buah mundu menjadi salah satu buah lokal Indonesia yang kini mulai kembali diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Meski belum sepopuler mangga, jeruk, maupun manggis, buah yang memiliki bentuk bulat ini menyimpan cita rasa khas yang memadukan sensasi asam dan manis. Saat masih muda, kulit buah mundu berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning cerah ketika matang dan siap dikonsumsi.
Secara ilmiah, buah mundu memiliki nama Garcinia dulcis dan termasuk dalam keluarga Garcinia yang masih berkerabat dekat dengan buah manggis. Tanaman ini telah lama dikenal sebagai salah satu kekayaan hayati Nusantara. Selain memiliki tampilan yang unik, buah mundu juga dikenal memiliki aroma serta rasa yang khas sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi siapa saja yang mencicipinya.
Buah mundu yang telah matang dapat langsung dinikmati tanpa perlu melalui proses pengolahan. Perpaduan rasa asam dan manis membuat buah ini terasa menyegarkan, terutama saat disantap pada cuaca panas. Namun, bagi orang yang baru pertama kali mencobanya, tekstur dan cita rasa buah mundu mungkin terasa cukup berbeda dibandingkan buah-buahan yang umum dijumpai di pasaran.
Salah seorang pencinta buah lokal, Prasetya, menilai buah mundu memiliki karakter rasa yang sulit ditemukan pada buah lain. Menurutnya, keunikan tersebut menjadi alasan mengapa buah ini layak untuk terus diperkenalkan kepada masyarakat.
"Rasanya unik karena ada asamnya, tetapi ada manisnya juga. Ini termasuk buah legendaris," katanya.
Sayangnya, keberadaan buah mundu saat ini semakin sulit ditemukan. Selain tidak banyak dibudidayakan, tanaman mundu juga membutuhkan waktu yang relatif lama hingga mampu menghasilkan buah. Kondisi tersebut membuat keberadaannya semakin jarang dijumpai, baik di pasar tradisional maupun di pekarangan rumah masyarakat seperti beberapa dekade lalu.
Pemerhati tanaman buah lokal menilai pelestarian buah mundu perlu mendapat perhatian agar tidak semakin terpinggirkan oleh buah-buahan komersial. "Buah lokal seperti mundu merupakan bagian dari kekayaan hayati Indonesia yang perlu dikenalkan kembali kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman," ujarnya. Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui budidaya, edukasi, hingga promosi buah lokal kepada masyarakat luas.
Dengan cita rasa yang khas, nilai sejarah yang panjang, serta statusnya sebagai salah satu buah lokal legendaris, mundu memiliki potensi untuk kembali diminati masyarakat. Pengenalan buah ini kepada generasi muda diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan buah asli Indonesia sekaligus mendorong upaya pelestarian agar keberadaan buah mundu tetap terjaga untuk dinikmati oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....