Dokter Ingatkan Bahaya Konsumsi Vitamin Berlebihan Bagi Ginjal

  • 01 Agt 2026 15:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Vitamin dan suplemen kerap dikonsumsi masyarakat untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, maupun menunjang kebugaran. Namun, penggunaan dalam dosis berlebihan tanpa pengawasan tenaga medis dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, termasuk meningkatkan risiko gangguan pada ginjal. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengonsumsi suplemen sesuai kebutuhan dan anjuran yang berlaku.

Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Ika Devi, Sp.PD, menjelaskan bahwa beberapa jenis vitamin dan suplemen memerlukan perhatian khusus dalam penggunaannya. Menurutnya, konsumsi yang tidak sesuai dosis dapat memberikan beban tambahan pada ginjal, terutama bagi seseorang yang telah memiliki gangguan fungsi organ tersebut.

Salah satu suplemen yang menjadi perhatian adalah vitamin C. Dr. Ika menjelaskan bahwa tidak sedikit orang mengonsumsi vitamin C dosis tinggi dengan harapan memperoleh manfaat lebih, seperti membantu menjaga kesehatan kulit. Namun, konsumsi vitamin C lebih dari 1 gram per hari pada sebagian orang berpotensi meningkatkan pembentukan batu ginjal kalsium oksalat. "Hati-hati saat menggunakan vitamin C dalam dosis besar, terutama di atas 1 gram. Hal itu dapat memicu penumpukan batu ginjal kalsium oksalat," ujarnya.

Selain vitamin C, dr. Ika juga menyoroti penggunaan kreatin (creatine powder) yang banyak dikonsumsi oleh mereka yang rutin berolahraga atau menjalani latihan beban. Kreatin memang dikenal dapat membantu meningkatkan performa latihan, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Pada individu yang telah memiliki penyakit ginjal, konsumsi kreatin secara berlebihan berpotensi meningkatkan beban kerja ginjal dan memperburuk kondisi yang sudah ada.

Dr. Ika juga mengingatkan pentingnya memperhatikan konsumsi suplemen kalsium, khususnya bagi perempuan yang telah memasuki masa menopause. Menurutnya, suplementasi kalsium sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran tenaga medis dan, bila diperlukan, dikombinasikan dengan vitamin K2 agar membantu mengarahkan kalsium ke jaringan tulang. "Kalau sudah menopause, konsumsi kalsium sebaiknya bersama vitamin K2 agar tidak menumpuk di ginjal maupun pembuluh darah," ucapnya.

Lebih lanjut, dr. Ika menegaskan bahwa vitamin dan suplemen bukan berarti aman dikonsumsi dalam jumlah berapa pun. Dosis yang tepat, kondisi kesehatan, usia, serta riwayat penyakit perlu menjadi pertimbangan sebelum mengonsumsi suplemen secara rutin. Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan, terutama bagi individu yang memiliki penyakit ginjal atau penyakit kronis lainnya.

Dengan penggunaan yang bijak dan sesuai rekomendasi medis, vitamin dan suplemen tetap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tanpa meningkatkan risiko gangguan pada ginjal. Edukasi mengenai dosis yang tepat menjadi langkah penting agar masyarakat memperoleh manfaat optimal sekaligus meminimalkan potensi efek samping dari konsumsi suplemen yang tidak sesuai anjuran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....