Sanggar ASI: Menyusui Bukan Hanya Tugas Ibu, tetapi Urusan Publik dan Negara
- 31 Jul 2026 23:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sanggar ASI memanfaatkan momentum Pekan ASI Sedunia 2026 yang diperingati setiap 1-7 Agustus untuk menyampaikan pesan bahwa menyusui merupakan tanggung jawab bersama. Pesan tersebut disuarakan melalui aksi damai yang digelar di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.
CEO Sanggar ASI, Raisika Riyanto, mengatakan selama ini menyusui masih kerap dianggap sebagai urusan domestik seorang ibu. Padahal, keberhasilan menyusui memiliki dampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Yang ingin kita sampaikan dalam aksi damai adalah bahwa menyusui bukan hanya tugas seorang ibu, bukan tugas domestik, tetapi itu urusan publik, urusan negara,” ujar Raisika saat dihubungi, Jumat 31 Juli 2026.
Menurutnya, keberhasilan menyusui tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada ibu. Dukungan keluarga, lingkungan sosial, fasilitas layanan kesehatan, kebijakan pemerintah, hingga dunia kerja yang ramah menyusui menjadi faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI.
Ia mencontohkan, dukungan di lingkungan kerja dapat diwujudkan melalui kebijakan yang memudahkan ibu menyusui untuk memerah ASI selama jam kerja. Selain itu, penempatan kerja yang lebih ramah bagi ibu menyusui serta pemberian cuti yang lebih panjang juga dinilai dapat meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif.
“Misalnya ibu menyusui bisa diberikan pekerjaan yang lebih memudahkan ibu untuk bisa memerah ASI di jam kerja, saat bekerja tidak ditempatkan di front liner atau di lapangan yang banyak bertemu orang, kemudian bisa memberikan cuti menyusui enam bulan, karena selama ini cuti melahirkan hanya tiga bulan,” ujarnya.
Raisika juga menyoroti masih adanya stigma terhadap ibu yang menyusui di ruang publik. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa ibu sedang memenuhi hak dasar bayinya.
“Ketika ibu menyusui di ruang publik, itu bukan sesuatu yang aneh karena ibu sedang memberikan hak bayi dan itu merupakan satu-satunya makanan bayi di bawah usia enam bulan, yakni ASI eksklusif,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....