Peringati Hari Hepatitis Sedunia, Pemkot Gencarkan Skrining dan Edukasi
- 31 Jul 2026 13:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Setiap tanggal 28 Juli seluruh belahan dunia memperingati Hari Hepatitis. Peringatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit yang sering disebut ‘penyakit hati’ tersebut.
Hepatitis adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis yang menular dan sebab lain non-virus. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan kematian bagi penderitanya.
Ketua Tim kerja Surveilans Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Solikhin Dwi R menyampaikan, angka prevalensi infeksi Hepatitis (HBsAg aktif) dari data Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2025 untuk seluruh kelompok umur sebesar 2,4 persen. Prevalensi ini dijelaskannya, merupakan proporsi jumlah penderita Hepatitis (kasus lama dan baru) dalam populasi pada waktu atau periode tertentu dan prevalensi ini biasanya dinyatakan dalam bentuk presentasi atau angka per jumlah penduduk.
Angka tersebut cukup besar dan berpotensi menular pada orang-orang berisiko yang ada di sekitarnya.
“Prevalensi 2,4 persen menunjukkan bahwa dari sejumlah 100 orang penduduk Indonesia, sebanyak 2,4 orang diantaranya menderita Hepatitis”, katanya, Jumat, 31 Julo 2026.
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia bertujuan mendorong pencegahan, deteksi dini, serta pengobatan Hepatitis yang tepat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan bersama seluruh unsur penggerak di bidang kesehatan.
Kepala Seksi P2M dan Imunisasi Dinas kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu menyampaikan, upaya pencegahan Hepatitis di Kota Yogyakarta dilakukan secara aktif dengan melakukan vaksinasi Hepatitis B dan Hepatitis A. Pemberian imunisasi ini dilakukan sejak bayi baru lahir untuk perlindungan jangka panjang, deteksi dan skrining serta edukasi.
“Imunisasi dilakukan tepat waktu untuk perlindungan terhadap infeksi Hepatitis ; imunisasi Hb0 diberikan saat lahir, imunisasi Heksavalen diberikan 3 kali (pada usia 2,3 dan 4 bulan) dan imuniasi DPT-HB-HIB lanjutan diberikan pada usia 18 bulan," ujarnya.
Puskesmas terus melakukan deteksi dini dan skrining dengan pemeriksaan dan tes fungsi hati (SGOT/SGPT) pada pasien yang mengalami 3 gejala yang harus diwaspadai; kulit dan mata menguning (ikterus), urine berwarna gelap seperti teh, tinja pucat dan muntah terus menerus disertai demam. Dinas Kesehatan dan Puskesmas juga memberikan edukasi terhadap pencegahan penularan secara langsung maupun melalui media online.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....