Sasar Sorosutan, Program 'Si Penting' Targetkan Angka Stunting Turun hingga 5 Persen
- 24 Jul 2026 15:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, termasuk percepatan pencegahan stunting PT Sarihusada Generasi Mahardhika meluncurkan program Aksi Pencegahan Stunting (Si Penting) 2026, di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo. Bersama Human inisitive dan Pemerintah Kota Yogyakarta, ditargetkan program ini menurunkan stunting di wilayah tersebut hingga 5 persen.
Factory Director PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Lastiani Amy Rosalina mengatakan, hadirnya Si Penting di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mengedepankan edukasi gizì, promosi pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Kami ingin benar-benar bagaimana kami bisa berdampak dan juga memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitarnya," katanya, disela Kick Off Program Si Penting di Kelurahan Sorosutan, Kamis, 23 Juli 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizì seimbang, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Diharapkan, program ini dapat mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus membantu mencegah munculnya kasus stunting baru di Kelurahan Sorosutan.
"Goals-nya tadi, jadi stunting-nya Insyaallah turun jadi 5 persen dan juga bagaimana zero new stunting, bagaimana kita menekan untuk tidak adanya kasus stunting yang baru. Jadi kita bisa fokus untuk ke anak-anak, membina Bapak/Ibu untuk bisa memastikan stunting ini bisa dicegah," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengapresiasi program Si Penting dalam mendukung upaya penanganan masalah stunting di Kota Yogyakarta. Diakuinya, bayang-bayang stunting masih menjadi masalah yang cukup mengkhawatirkan.
"Karena stunting masih cukup tinggi di Indonesia, sehingga jangan marah kalau akhirnya World Population Review tahun 2022 memberikan angka urutan IQ kecerdasan kita di dunia urutan 130 dengan angka 78,49," katanya dalam sambutan melalui daring.
Hasto mengharapkan, melalui sinergi dan kolaborasi dalam menjaga dan memenuhi asupan gizi serta nutrisi bari 1000 HPK, peringkat Indonesia bisa meningkat dan zero stunting bisa terselesaikan. Karena menurutnya, Human Capital Index atau Indeks Modal Manusia sangat tergantung dari stunting-nya, kemudian pendidikannya, kemudian juga kesehatannya.
"Hari ini ukuran dari kehebatan manusia sebetulnya namanya Indeks Modal Manusia, yang mana kalau di Asia Tenggara, ini kita urutannya masih urutan yang keenam, masih kalah dengan Vietnam, Malaysia, Thailand. Oleh karena itu, kita memperbaiki dengan sebaik-baiknya nutrisi dan juga mencegah stunting," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....