Curcuma-Action UNY Dorong Kemandirian Gizi Berbasis Potensi Lokal

  • 14 Jul 2026 09:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Penelitian REALITY Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar Curcuma-Action. Kegiatan ini merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian gizi melalui pemanfaatan potensi pangan lokal di Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 6–7 Juli 2026 di Balai Kalurahan Kebonharjo tersebut menjadi upaya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal sebagai solusi pemenuhan gizi keluarga.

Curcuma-Action dirancang sebagai salah satu program unggulan PPK Ormawa yang berfokus pada optimalisasi bahan pangan lokal, seperti temulawak, susu kambing etawa, dan telur. Selain memberikan edukasi mengenai kandungan gizi berbagai bahan tersebut, program ini juga membekali masyarakat dengan keterampilan mengolahnya menjadi produk pangan sehat yang memiliki nilai tambah ekonomi. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pangan.

Melalui Curcuma-Action, masyarakat Kebonharjo mengolah potensi pangan lokal menjadi sajian bergizi yang menyehatkan keluarga sekaligus bernilai ekonomi. (Foto: Dok. UKMF FIP UNY)

Ketua Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY, Ahmad Nazarudin Ari Nuha, mengatakan bahwa Curcuma-Action disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat Kalurahan Kebonharjo. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif apabila memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia di lingkungan sekitar.

"Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan apa yang sudah ada di sekitar mereka sebagai alternatif pemenuhan gizi keluarga. Harapannya, keterampilan yang didapat tidak hanya meningkatkan kesehatan keluarga, tetapi juga bisa membuka peluang usaha," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan dikemas dalam bentuk lokakarya (workshop) interaktif yang memadukan penyampaian materi, demonstrasi memasak, dan praktik langsung. Pada hari pertama, peserta mendapatkan edukasi mengenai manfaat gizi temulawak dan susu kambing etawa, kemudian mempraktikkan pembuatan Xanthorrhiza Ice, yaitu minuman sehat berbahan dasar rimpang temulawak (Curcuma). Sementara itu, pada hari kedua, peserta mengikuti pelatihan membuat SIPERKASA (Siomay Protein Keluarga Sehat) sebagai alternatif makanan bergizi berbahan pangan lokal.

Sebanyak 41 peserta yang terdiri atas kader kesehatan dan para ibu yang memiliki anak dengan kondisi tengkes (stunting) mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Selain meningkatkan kemampuan mengolah bahan pangan lokal, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga sebagai salah satu langkah pencegahan tengkes. Pendampingan yang diberikan diharapkan mampu mendorong peserta menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, bahkan mengembangkannya menjadi usaha berbasis pangan lokal.

Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY FIP UNY mendemonstrasikan pengolahan pangan lokal bergizi sebagai langkah nyata mewujudkan keluarga sehat, mandiri, dan berdaya. (Foto: Dok. UKMF FIP UNY)

Ahmad Nazarudin menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan, melainkan juga dari kemampuan masyarakat dalam menerapkan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan.

"Kami berharap Curcuma-Action menjadi langkah awal tumbuhnya masyarakat yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mampu mengembangkan produk pangan lokal yang bernilai ekonomi," ucapnya.

Melalui Curcuma-Action, Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY UNY menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan berbasis potensi lokal yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat Kalurahan Kebonharjo, melainkan juga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....