Menkes Ingatkan Bahaya Minum Jus Kemasan Setiap Hari

  • 30 Jun 2026 21:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah menganggap jus buah kemasan sebagai pilihan minuman sehat, terutama bagi mereka yang menjalani gaya hidup minim aktivitas fisik. Menurutnya, konsumsi jus kemasan setiap hari dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk diabetes, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas yang cukup.

Dalam unggahan di media sosialnya di akun resmi @bgsadikin, Menkes menjelaskan bahwa minuman tersebut mungkin masih dapat dikonsumsi oleh orang yang melakukan aktivitas fisik berat, seperti berolahraga intens atau mengikuti latihan maraton. Namun, kondisi berbeda berlaku bagi masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk saat bekerja atau beristirahat tanpa banyak bergerak.

Pada kelompok ini, asupan gula berlebih dari jus kemasan berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Ia menilai anggapan bahwa jus buah kemasan identik dengan minuman sehat merupakan persepsi yang perlu diluruskan. Pasalnya, sebagian besar jus buah kemasan pada dasarnya mengandung air, gula, dan sedikit sari buah, sehingga kadar gula di dalamnya cukup tinggi. Bahkan, satu kotak jus kemasan rata-rata mengandung sekitar 30 gram gula, atau lebih dari separuh batas konsumsi gula harian yang dianjurkan.

“Kalau elu hanya rebahan nonton Netflix, dan minum jus kemasan ini, ya kena diabetes lah,’’ kata Menkes.

Sebagai alternatif, Menteri Kesehatan mengajak masyarakat untuk kembali mengonsumsi buah dalam bentuk utuh. Buah segar dinilai lebih baik karena mengandung serat alami yang membantu memperlambat penyerapan gula, sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, kandungan vitamin dan nutrisi pada buah utuh tetap dapat diperoleh tanpa tambahan gula.

“Jadi kalau kalian mau cari vitaminnya, pastikan cari buah yang asli,’’ ucap Menkes.

Melalui edukasi ini, Budi Gunadi Sadikin berharap masyarakat semakin bijak dalam memilih makanan dan minuman sehari-hari. Ia menekankan bahwa pola makan sehat tidak hanya ditentukan oleh label produk, tetapi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan gaya hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....