Konsumsi Kopi Bijak Tingkatkan Fokus tanpa Ganggu Kesehatan Tubuh

  • 29 Jun 2026 23:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kopi menjadi salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat untuk membantu mengusir rasa kantuk dan meningkatkan konsentrasi. Minuman berkafein ini kerap menjadi pilihan bagi pekerja, mahasiswa, maupun masyarakat yang menjalani aktivitas padat hingga larut malam. Meski memiliki berbagai manfaat, konsumsi kopi tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Ihsan, menjelaskan bahwa rasa kantuk yang muncul setelah beraktivitas merupakan mekanisme alami tubuh. Selama seseorang beraktivitas, tubuh akan memproduksi dan menumpuk molekul bernama adenosin yang berfungsi sebagai sinyal bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat.

"Di dalam tubuh terdapat molekul bernama adenosin yang terus menumpuk selama kita beraktivitas. Penumpukan adenosin inilah yang memicu rasa kantuk, sedangkan kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin sehingga seseorang merasa lebih segar dan fokus untuk sementara waktu," ujarnya.

Sementara itu, dr. Tirta menjelaskan bahwa manfaat kopi tidak hanya berasal dari kemampuannya menghambat kerja adenosin. Kandungan kafein juga mampu merangsang sistem saraf simpatis atau respons fight or flight, sehingga tubuh berada dalam kondisi lebih waspada. Efek tersebut membuat seseorang lebih siap menjalankan pekerjaan, belajar, maupun aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Namun demikian, dr. Tirta mengingatkan bahwa konsumsi kopi tidak boleh berlebihan. Menurutnya, kafein dapat meningkatkan tekanan darah sistolik sekitar 7 hingga 8 mmHg sehingga perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau gangguan kesehatan tertentu. "Kopi memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi konsumsinya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing agar manfaatnya tetap optimal tanpa menimbulkan risiko," ucapnya.

Selain kandungan kafein, aroma kopi juga memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang. Dokter Gia Pratama menjelaskan bahwa aroma kopi memiliki efek plasebo yang cukup kuat. Bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi kopi, aroma khas tersebut dapat memunculkan sugesti bahwa tubuh akan lebih siap beraktivitas, sehingga rasa segar dan berenergi dapat muncul bahkan sebelum kopi diminum.

Para tenaga kesehatan juga mengingatkan bahwa kopi bukanlah pengganti waktu istirahat yang cukup. Konsumsi kopi dalam jumlah berlebihan atau terlalu dekat dengan waktu tidur justru dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh sulit beristirahat. Karena itu, masyarakat disarankan mengonsumsi kopi sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh agar manfaatnya sebagai penunjang produktivitas dapat dirasakan tanpa mengorbankan kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....