Kenali Rhinitis Alergi sebelum Ganggu Aktivitas dan Kualitas Hidup

  • 29 Jun 2026 22:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bersin berulang, hidung meler, atau rasa gatal di hidung saat membersihkan rumah sering kali dianggap sebagai gangguan ringan. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda rhinitis alergi atau pilek alergi, yakni peradangan pada rongga hidung yang dipicu oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu atau alergen yang terdapat di lingkungan sekitar.

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-KL), dr. Muslim, Sp.THT-KL, menjelaskan bahwa rhinitis alergi terjadi ketika sistem imun bereaksi secara berlebihan terhadap alergen yang sebenarnya tidak berbahaya. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, terutama mereka yang memiliki sensitivitas terhadap zat tertentu. "Rhinitis alergi merupakan peradangan pada rongga hidung akibat respons sistem kekebalan tubuh terhadap alergen. Pemicunya bisa berupa debu, tungau, serbuk sari, bulu hewan, maupun partikel lain yang ada di lingkungan," ujarnya.

Menurut dr. Muslim, gejala rhinitis alergi umumnya ditandai dengan bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, serta mata yang terasa gatal atau berair. Pada sebagian penderita juga ditemukan lingkaran gelap di bawah mata dan kebiasaan mengusap hidung dari bawah ke atas yang dikenal sebagai allergic salute. Gejala-gejala tersebut sering kali muncul berulang ketika penderita terpapar alergen pemicunya.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara terkait riwayat keluhan pasien, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Apabila diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti skin prick test maupun pemeriksaan IgE spesifik dilakukan untuk mengidentifikasi jenis alergen yang menjadi penyebab munculnya reaksi alergi.

Lebih lanjut, dr. Muslim mengingatkan bahwa rhinitis alergi yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari, produktivitas kerja, hingga proses belajar pada anak. Selain itu, rhinitis alergi dapat memperburuk asma dan meningkatkan risiko terjadinya sinusitis maupun infeksi telinga tengah atau otitis media, terutama pada anak-anak. "Masyarakat yang sering mengalami bersin, pilek, atau hidung tersumbat setiap kali terpapar debu maupun alergen lainnya sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat," ucapnya.

Dengan penanganan yang sesuai, gejala rhinitis alergi dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu aktivitas maupun kualitas hidup penderitanya. Masyarakat juga dianjurkan untuk mengurangi paparan alergen, menjaga kebersihan lingkungan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan muncul secara berulang agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....