Bahaya Mukbang Berlebihan Mengintai Kesehatan Tubuh Generasi Muda

  • 27 Jun 2026 18:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Fenomena konten makan dalam porsi besar atau mukbang kian menjamur di berbagai platform media sosial. Tayangan yang menampilkan kreator menghabiskan makanan dalam jumlah tidak biasa itu mampu menarik jutaan penonton dan menjadi salah satu jenis konten yang banyak diminati. Namun, di balik popularitasnya, para ahli mengingatkan adanya risiko kesehatan yang perlu menjadi perhatian masyarakat.

Pakar kesehatan menilai kebiasaan mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan secara berulang dapat memberikan dampak serius bagi tubuh. Selain meningkatkan asupan kalori secara drastis, pola makan seperti itu juga berpotensi memicu berbagai penyakit kronis apabila dilakukan dalam jangka panjang.

Menurut Dr. Samuel Klein, konsumsi makanan dalam jumlah besar yang dilakukan terus-menerus dapat membebani sistem metabolisme tubuh. Asupan kalori yang jauh melampaui kebutuhan harian berisiko meningkatkan berat badan, memicu obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung. "Tubuh memang mampu menyesuaikan diri terhadap konsumsi makanan dalam jumlah besar sesekali, tetapi kebiasaan tersebut dapat menjadi masalah jika dilakukan secara terus-menerus," ujarnya.

Selain memengaruhi metabolisme, makan dalam porsi ekstrem juga dapat mengganggu sistem pencernaan. Lambung yang dipaksa menampung makanan dalam jumlah sangat banyak berpotensi menyebabkan perut kembung, mual, rasa tidak nyaman, hingga gangguan pencernaan lainnya. Kebiasaan tersebut juga dapat mengubah persepsi tubuh terhadap porsi makan normal sehingga seseorang cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Dampak mukbang tidak hanya dirasakan oleh kreator konten, tetapi juga dapat memengaruhi penonton, terutama kalangan remaja. Tayangan makan berlebihan berisiko membentuk anggapan bahwa konsumsi makanan dalam jumlah ekstrem merupakan hal yang wajar atau bahkan layak ditiru. Padahal, kebutuhan gizi setiap orang berbeda dan harus disesuaikan dengan usia, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan masing-masing.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa makanan seharusnya dipandang sebagai sumber energi dan nutrisi, bukan semata-mata hiburan. Menikmati berbagai jenis makanan tetap diperbolehkan selama dilakukan dengan porsi yang seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh. "Pola makan yang sehat tetap menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit," ucapnya.

Popularitas mukbang menunjukkan besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk tren di masyarakat. Meski mampu mendatangkan keuntungan dan popularitas bagi kreator, masyarakat diimbau untuk tetap bijak menyikapi konten tersebut. Kesadaran akan pentingnya pola makan seimbang diharapkan dapat mencegah hiburan digital berubah menjadi kebiasaan yang berdampak buruk bagi kesehatan di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....