Jaga Kesehatan Tulang sejak Muda Hindari Osteoporosis
- 25 Jun 2026 10:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kesehatan tulang kerap menjadi aspek yang kurang mendapat perhatian, terutama di kalangan usia muda. Padahal, menjaga kekuatan tulang sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah osteoporosis, yaitu kondisi ketika tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit ini umumnya baru terdeteksi saat seseorang memasuki usia lanjut, sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan jauh sebelum gejala muncul.
Para ahli menjelaskan bahwa pembentukan massa tulang mencapai puncaknya pada usia dewasa muda. Masa remaja hingga usia produktif menjadi periode penting untuk membangun kepadatan tulang yang optimal. Jika kesehatan tulang tidak dijaga sejak awal, risiko pengeroposan tulang pada usia lanjut akan semakin meningkat dan berpotensi menurunkan kualitas hidup seseorang.
Salah satu langkah utama untuk menjaga kesehatan tulang adalah memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D setiap hari. Kalsium dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan seperti susu, keju, yoghurt, ikan, serta sayuran hijau. Sementara itu, vitamin D berfungsi membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal dan dapat diperoleh melalui paparan sinar matahari pagi maupun konsumsi makanan tertentu. “Pemenuhan kebutuhan kalsium dan vitamin D merupakan fondasi penting dalam menjaga kepadatan serta kekuatan tulang sepanjang hidup,” ujarnya.
Selain asupan nutrisi yang cukup, aktivitas fisik juga memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tulang. Berbagai jenis olahraga seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, hingga latihan beban ringan diketahui mampu merangsang pembentukan jaringan tulang yang lebih kuat. Kebiasaan aktif bergerak secara rutin juga membantu mempertahankan kepadatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis di masa mendatang.
Pakar kesehatan tulang Paul D. Miller menjelaskan bahwa olahraga yang dilakukan secara teratur merupakan salah satu strategi efektif untuk menjaga kesehatan tulang sepanjang hidup. Menurutnya, aktivitas fisik membuat tulang beradaptasi terhadap beban yang diterima sehingga tetap kuat meski usia terus bertambah. “Tulang yang aktif digunakan melalui olahraga akan lebih mampu mempertahankan kekuatannya dibandingkan tulang yang jarang mendapat stimulasi fisik,” ucapnya.
Para ahli juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari kebiasaan yang dapat mempercepat penurunan kepadatan tulang, seperti merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, serta menjalani pola makan yang kurang bergizi. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dianjurkan untuk mendeteksi faktor risiko osteoporosis lebih awal. Dengan menerapkan pola hidup sehat sejak muda melalui konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, dan pemenuhan vitamin D, masyarakat dapat menjadikan kesehatan tulang sebagai investasi jangka panjang yang bermanfaat hingga usia lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....