Kolesterol dan Gula Tinggi Ancam Kesehatan Hati Diam-Diam

  • 06 Jun 2026 10:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pola makan tinggi lemak dan gula yang tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Selain berkaitan dengan diabetes dan penyakit jantung, kebiasaan tersebut juga berpotensi memicu perlemakan hati atau fatty liver, yaitu kondisi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di organ hati.

Perlemakan hati menjadi salah satu gangguan kesehatan yang kerap tidak disadari penderitanya. Kondisi ini umumnya berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, banyak orang tetap merasa sehat dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa meskipun fungsi hatinya mulai terganggu.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi Mayapada Hospital Kuningan, dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEH, menjelaskan bahwa kesehatan hati memiliki hubungan erat dengan kondisi metabolisme tubuh secara keseluruhan. Menurutnya, kadar kolesterol dan gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat memberikan dampak negatif terhadap fungsi hati. “Gangguan hati sering kali berkaitan dengan masalah metabolik yang berkembang dalam waktu lama. Kadar kolesterol dan gula darah yang tidak terkontrol dapat memengaruhi fungsi hati dan menjadi tanda bahwa kondisi metabolisme tubuh perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah indikator yang dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan metabolisme. Peningkatan kadar trigliserida, gula darah yang tidak stabil, kenaikan berat badan, hingga lingkar perut yang semakin membesar merupakan beberapa tanda yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. “Pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mendeteksi risiko gangguan hati sejak dini, sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ucapnya.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan hati. Masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan bergizi seimbang, membatasi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta rutin berolahraga. Upaya tersebut tidak hanya membantu menjaga kadar kolesterol dan gula darah tetap stabil, tetapi juga berperan penting dalam mencegah perlemakan hati dan berbagai penyakit metabolik lainnya di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....