Tiga Kunci Bugar Menyambut Indonesia Emas 2045
- 04 Jun 2026 22:09 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kondisi fisik masyarakat Indonesia saat ini dinilai masih cukup memprihatinkan dengan angka ketidakbugaran ditaksir mencapai lebih dari 75 persen. Padahal, status kebugaran yang mumpuni merupakan fondasi utama bagi generasi penerus guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Dalam bincang-bincang hangat di acara “Kawruh" RRI Programa 4 Yogyakarta Kamis, 4 Juni 2026, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Joko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., menjelaskan bahwa status bugar melampaui definisi dari sekadar sehat. Sehat pada dasarnya diartikan sebagai kondisi tubuh yang bebas dari penyakit, sedangkan bugar memiliki makna operasional yang lebih komprehensif bagi produktivitas harian.
"Orang yang bugar itu adalah orang yang sehat dan dia mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan nyaman, dengan enak, dan dia masih punya waktu luang untuk menikmati waktu-waktu untuk refreshing," ujar Prof. Joko dalam dialog tersebut.
Guna mewujudkan masyarakat yang bugar, Prof. Joko memaparkan tiga pilar pemenuhan kebutuhan fisik yang harus diimplementasikan dengan disiplin. Langkah pertama adalah mengatur waktu istirahat yang proporsional, yakni tidak kurang dari 6 hingga 8 jam per hari bagi orang dewasa, dengan tetap mengutamakan ritme biologis tubuh untuk tidur di malam hari.
Terkait asupan gizi sebagai pilar kedua, masyarakat diwajibkan memenuhi nutrisi secara berimbang dan proporsional yang terdiri dari sekitar 65 persen karbohidrat, 15 hingga 20 persen lemak, dan sisanya pemenuhan protein. Selain itu, status hidrasi tubuh mutlak dijaga dengan mengonsumsi cairan yang mampu menggantikan zat tubuh secara optimal, seperti air putih minimal 2,5 liter atau setara delapan gelas per hari, tanpa harus berlebihan dalam mengonsumsi minuman ringan maupun kafein.
Menyeimbangkan tren gaya hidup saat ini di mana masyarakat kerap dihadapkan pada pilihan antara manisnya gengsi kopi harian atau rutinitas nutrisi instan, kebutuhan tubuh sebenarnya dapat dijawab dengan terus merawat kearifan budaya sehat. Asupan berbasis rempah alami yang perlahan bertransformasi menjadi minuman kesehatan modern dapat menjadi simbol kebugaran yang praktis dan tetap relevan melintasi zaman.
Sebagai pilar ketiga sekaligus penyempurna dari seluruh upaya tersebut, masyarakat dituntut untuk membiasakan diri aktif bergerak dan berolahraga. Hal ini menjadi sorotan khusus mengingat mobilitas fisik harian masyarakat Indonesia yang kerap diukur dari jumlah langkah kaki masih tergolong rendah.
Melalui edukasi ini, Prof. Joko berharap dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk mulai merencanakan gaya hidup yang lebih baik demi masa depan cerah bangsa. "Tentu kita perlu bangsa yang kuat, yang kokoh, yang akan menjadi tulang punggung bagaimana bangsa kita bisa maju, sehingga bisa mengatasi segala dinamika bangsa kita ini," katanya kepada para pendengar. (Mayang)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....