Tips Tidur Nyenyak bagi Pekerja Shift Malam
- 04 Jun 2026 16:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pekerja shift malam kerap menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas tidur karena harus beristirahat pada waktu yang berlawanan dengan ritme biologis tubuh. Akibatnya, banyak pekerja mengalami tidur yang kurang nyenyak, sering terbangun saat beristirahat, hingga merasa tubuh kurang segar ketika kembali beraktivitas.
Dokter umum, dr. Robby Firmansyah, menjelaskan bahwa kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang secara alami mengatur waktu tidur dan bangun seseorang. Menurutnya, tubuh manusia pada dasarnya dirancang untuk beristirahat pada malam hari dan aktif pada siang hari. “Tidur di siang hari sering tidak nyenyak dan tubuh terasa kurang segar karena ritme alami tubuh memang dirancang untuk beristirahat pada malam hari,” ujarnya.
Untuk membantu meningkatkan kualitas istirahat, dr. Robby menyarankan pekerja shift malam menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan minim gangguan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat kamar tidur menjadi lebih gelap menggunakan tirai tebal atau penutup mata. Selain itu, penggunaan penutup telinga juga dapat membantu mengurangi kebisingan dari lingkungan sekitar yang berpotensi mengganggu waktu tidur.
Tidak hanya kondisi ruangan, suhu kamar juga perlu diperhatikan agar tetap sejuk dan nyaman. Di samping itu, pekerja shift malam dianjurkan menghindari konsumsi minuman berkafein serta makanan berat beberapa jam sebelum tidur. Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap hari, termasuk saat akhir pekan atau hari libur, dinilai penting untuk membantu tubuh beradaptasi dengan pola istirahat yang berbeda dari kebanyakan orang. “Batasi penggunaan gadget sebelum tidur karena paparan cahaya biru dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam proses tidur,” ucapnya.
Lebih lanjut, dr. Robby mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat untuk mendukung kualitas tidur dan kebugaran tubuh. Ia menyarankan pekerja shift malam tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta melakukan olahraga ringan secara rutin. Namun, aktivitas fisik dengan intensitas tinggi sebaiknya dihindari menjelang waktu tidur karena dapat membuat tubuh lebih sulit beristirahat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gangguan tidur yang berlangsung lebih dari dua minggu, rasa kantuk berlebihan saat bekerja, atau keluhan lain yang menghambat aktivitas sehari-hari. Dengan pengaturan pola tidur yang tepat dan disiplin menjaga gaya hidup sehat, pekerja shift malam tetap dapat memperoleh kualitas istirahat yang baik serta menjaga produktivitas dan kesehatan tubuh dalam jangka Panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....