Benarkah Banyak Berpikir Bikin Lapar? Ini Penjelasannya
- 31 Mei 2026 20:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO. ID, Yogyakarta - Pernahkah Anda mendadak merasa lapar saat sedang fokus belajar atau menyelesaikan tugas yang berat? Melalui kanal YouTube-nya, dr Saddam Ismail menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan karena terbiasa ngemil, melainkan respons alami yang terjadi di dalam tubuh.
Otak manusia pada dasarnya merupakan organ yang paling rakus dalam mengonsumsi energi di dalam tubuh. Meski ukurannya hanya sekitar dua persen dari total berat badan, otak sanggup menyedot hingga 20 persen suplai glukosa atau gula darah setiap harinya.
Saat seseorang sedang fokus dan berpikir keras, sel-sel saraf atau neuron di dalam otak akan bekerja secara ekstra. Kondisi tersebut membuat konsumsi energi glukosa di dalam tubuh berlangsung jauh lebih cepat dari biasanya.
Penyerapan glukosa yang masif ini secara otomatis akan membuat kadar gula darah di dalam tubuh Anda mengalami penurunan. Penurunan glukosa inilah yang memicu lambung untuk melepaskan hormon ghrelin, yakni hormon yang mengirimkan sinyal lapar ke otak.
Akibat pelepasan hormon tersebut, perut pun akan terasa keroncongan dan memicu keinginan kuat untuk segera makan. Fenomena ini sering kali membuat seseorang merasa heran karena perutnya terasa sangat lapar padahal hanya duduk diam di depan laptop atau buku.
Saddam menegaskan bahwa kondisi ini murni merupakan reaksi biokimia tubuh karena otak sedang membutuhkan pasokan energi tambahan.
Memahami mekanisme ini sangat penting agar seseorang dapat memilih camilan yang tepat saat bekerja atau belajar. Konsumsi makanan tinggi serat atau protein sangat disarankan karena dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga konsentrasi dapat terjaga lebih lama tanpa mudah terdistraksi oleh rasa lapar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....